Banjir di Penengahan dan Kalianda Mulai Surut

447

Sempat Rendam 139 di Penengahan dan Kalianda

PENENGAHAN – Hujan deras yang menerjang Kecamatan Penengahan, Jum’at (30/11) rupanya menyerang secara luas. Ada sepuluh desa yang terkena banjir di wilayah itu, diantaranya Desa Kekiling, Padan, Kuripan, Taman Baru, Kelau, Ruang Tengah, Pasuruan, Kelaten, Way Kalam, dan Tetaan.

Berdasarkan pendataan, Pemerintah Kecamatan Penengahan menyebutkan sedikitnya ada 131 rumah warga yang terkena banjir. Beruntung, kondisi saat ini sudah berjalan normal kembali setelah warga bergotong royong membersihkan lingkungan.

“Tetapi, jembatan Way Batu Aji (yang dibangun oleh provinsi) di Dusun Banyu Urip di Desa Kuripan putus total. Padahal akses jembatan ini dibutuhkan untuk ke tempat wisata rohani makam Ratu Darah Putih,” kata Camat Penengahan, M. Yusuf, S.STP kepada Radar Lamsel, Minggu (2/12).

Yusuf melanjutkan, selain jembatan Way Batu Aji, jembatan Way Asahan di dusun setempat juga mengalami kerusakan. Akibatnya, akses di dusun itu mengalami lumpuh total. Padahal, kata Yusuf, akses jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh warga.

BACA :  Dear PT. PP: Rumah Hamzah Langganan Banjir

“Jalan menuju Desa Way Kalam terkena longsor sehingga akses tertutup. Alhamdulillah sekarang sudah bisa dilalui setelah warga bergotong-royong untuk membuka akses jalan tersebut,” katanya.

Yusuf mengatakan, pihaknya membutuhkan bantuan alat berat tipe kecil untuk membuka badan jalan yang terkena timbunan longsor. Sebuah tiang listrik di Desa Way Kalam juga roboh.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk segera memperbaikinya karena sangat berbahaya bagi warga,” katanya.

Yusuf mengaku telah menerima laporan sementara dari desa, yang menyebutkan ada 11 tembok rumah warga yang jebol di Desa Kekiling, Taman Baru, Pasuruan,  Kelaten, dan Ruang Tengah. Selain tembok, beberapa empang jebol, kandang kambing, ayam hanyut, dan saluran irigasi jebol.

BACA :  Di Tanah Leluhur Desa Kuripan, Pandu Berkhidmat

“Kami sudah melakukan pendataan terhadap desa yang terkena dampak banjir. Kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas instansi terkait musibah ini,” katanya.

Di sisi lain, di Kecamatan Kalianda ada beberapa desa dan kelurahan yang terkena serangan banjir pada hari yang sama. Desa yang terkena banjir adalah Agom, Palembapang, Tajimalela, Canggu, Hara Banjarmanis, Kedaton, serta Kelurahan Way Urang.

Camat Kalianda, Erdiyansyah, S.H.,M.M mengatakan bahwa Desa Agom menjadi titik paling parah. Sedikitnya ada 8 rumah yang terkena dampak banjir. Menurutnya, banjir yang melanda Desa Agom itu desababkan oleh drainase yang tak mampu menahan debit air yang tinggi.

“Tumpukan sampah juga jadi pemicu. Selain itu, banjir yang melanda Desa Agom juga terkendala masalah saluran air yang belum memadai. Ini harus didorong tanggung jawabnya, kami sudah sampaikan kepada pihak PT. PP,” katanya.  (rnd)