Banjir Kiriman Rendam 208 Rumah

444
Kemas Yogi – Desa Sidosari, Kecamatan Natar terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa, Sabtu malam sekitar pukul 23.30 WIB. Banjir merupakan kiriman dari Bandar Lampung melalui sungai Waykandis.

NATAR – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung berimbas di Desa Sidosari, Kecamatan Natar. Banjir kiriman tersebut merendam lima dusun di desa ini sekitar pukul 23.20 WIB, Sabtu (16/2).

Sebanyak 208 rumah dan sawah warga di Desa Sidosari, Kecamatan Natar terendam banjir. Bahkan peternakan sapi yang jumlahnya mencapai 30 ekor juga ikut terendam. 

H. Ubing (50), warga Desa Sidosari mengatakan, banjir merupakan kiriman air dari Kota Bandar Lampung yang aksesnya melalui sungai Way Kandis kemudian meluap dan menghantam rumah, peternakan, kolam ikan serta persawahan milik warga. “Hujan disini (Desa Sidosari) cuma gerimis aja, tetapi di Bandar Lampung yang deras sehingga mengalir dan meluap kesini,” ucapnya kepada Radar Lamsel, Minggu (17/2).

Menurut dia, peristiwa banjir sempat terjadi lima tahun lalu, namun hanya berlangsung satu atau dua jam. “Tahun ini banjirnya dari malam sampai pagi, sekarang saja masih banjir,” tuturnya.

BACA :  E-Warung di Natar Pilih 2 Suplier Program Sembako

Waltoni (45), warga Dusun Sinar Banten menjelaskan, ketinggian air mencapai 40 hingga 90 centimeter sehingga areal persawahan kemungkinan besar akan rusak. “Kemungkinan akan rusak sawahnya. Saya dengar ada 92 rante (15,3 hektar) yang terendam banjir,” imbuhnya.

Sementara itu, Pjs Kades Sidosari Suridaria dalam laporannya menyampaikan, ada lima dusun yang dihantam banjir kiriman tersebut dengan rincian Dusun Sinar Banten 50 KK, Sindang Liwa 42 KK, Sidosari 90 KK, Bangun Rejo 13 KK (persawahan), Simbaringin 13 KK. “Total korban banjir mencapai 208 KK, termasuk persawahan dan kolam ikan warga,” ungkapnya via pesan singkat kepada Radar Lamsel, Minggu (17/2).

Ia menambahkan, tidak ada korban jiwa dari kejadian banjir tersebut namum kerugian ditaksir lebih dari Rp 1 Milyar. Sebab, bencana banjir kiriman itu merendam sawah dan kolam ikan. “Tidak ada korban jiwa, kerugian mungkin lebih dari Rp 1 Milyar,” tuturnya.

Desa Sidoasari yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Rajabasa tersebut memang menhajadi lokasi pembuangan air dari Kota Bandar Lampung karena lokasinya yang hampir sejajar dengan sungai Waykandis. 

BACA :  Banyak Lansia Tersingkir dari BPNT

Camat Natar Koharudin membenarkan kejadian tersebut. Dia berharap warga yang terdampak banjir bisa bersabar. “Meskipun musibah datang, kita tetap ambil positifnya bahwa tidak ada korban jiwa,” katanya.

Ia mengatakan, dampak banjir tersebut tidak menyebabkan kerusakan rumah warga. “Sawah yang sudah jelas rusak, kemudian kolam ikan. Kalau peternakan sapi saya kira dampaknya tidak sampai mati hanya kemungkinan terkena penyakit,” pungkasnya.

Koharudin menambahkan, selain Desa Sidosari, ada empat desa lainnya yang terkena banjir. “Tapi banjir di desa-desa lainnya tidak separah di Desa Sidosari. Desa Tanjungsari simpang jalan batupuru jalan raya natar akibat drainase buruk dan jalan hancur, Desa Muara Putih, dusun induk banjir menggenangi puluhan rumah warga, Desa Hajimena juga terjadi banjir,” urainya. (CW1)