Banjir Kualajaya, Solusinya Pindah!

35
Ist.Radarlamsel – Warga Dusun Kualajaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi sedang menyebrangi genangan banjir yang disebabkan pasang laut, Rabu (21/10).

SRAGI – Banjir pasang air laut kembali melanda Dusun Kaulajaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi. Dalam tiga hari belakangan banjir rob tersebut merendam puluhan rumah warga.

Devli (40) salah satu warga setempat mengatakan, banjir yang disebabkan oleh pasang air laut tersebut terjadi sejak tiga hari lalu. Hingga saat ini tercatat sekitar 30 rumah yang terendam bajir.

“Sudah mulai tiga hari ini, air pasang kembali naik ke daratan dan merendam pemukiman masyarakat. Sampai dengan saat ini setidaknya terdapat sekitar 30 rumah yang terendam,” ujar Devli memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, saat dihubungi melalui sambungan telepon Rabu (21/10) kemarin.

Devli menjelaskan, berbeda pada bajir rob pada pertengahan tahun lalu, yang terjadi pada malam hari. Kali ini banjir rob terjadi di siang hari, mulai dari pukul 9 pagi hingga pukul satu siang. Dengan ketinggian air mencapai 50 senti meter.

BACA :  Ancaman Ganti KPPS Pilkada Reaktif

“Air laut merendam pemukiman masyarakat hanya selama empat jam. Air pasang mulai naik pada pukul 8 dan surut lagi jam satu siang, dengan ketinggian 30  – 50 senti meter,” terangnya.

Hal tersebut juga diamini oleh Kepala Dusun Kualajaya, Saripudin. Menurutnya selain merendam pemukiman masyarakat banjir tersbut juga kembali merendam akses jalan Kualajaya.

“Memang tidak banyak rumah warga yang terendam. Tapi jalan sepenjang 300 meter yang belum sempat ditimbun beberapa waktu lalu, saat ini kembali terendam air pasang,” jelasnya.

Banjir saat ini juga lebih diantisipasi masyarakat. Namun Saripudin tetap mengharapkan masayarakat untuk waspada, karena dikhawatirkan ketinggian air meningkat.

“Kalau banjir pertengahan tahun, juga dipengaruhi Sungai Sekampung yang ikut meluap. Saat ini warga juga sidah melakukan antisipasi dengan membuat tanggul penghalang agar air tidak masuk kerumah. Namun harapan saya warga juga tetap waspada karena ketinggian air dapat meningkat,” harapnya.

BACA :  Ketua Komisi IV Disebut Backup Rekanan Ngawur

Sementara itu Kepala Desa Bandar Agung, Samsul Anwar mengungukapkan, banjir tersebut memang kerap terjadi di Dusun Kualajaya setiap musim pasang tiba.

Sebab Dusun Kualajaya merupakan daerah luapan air, itu bisa dilihat dari peta proyek Rawa Sragi yang dibangun pada tahun 80an silam.

“Sudah sering terjadi, karena wilayah ini bukan untuk pemukiman namun untuk daerah luapan sungai atau air laut yang dipetakan oleh konsultan Belanda. Solusi masyarakat pindah, karena tidak mungkin di wilayah luapan sungai dibangun tanggul,” pungkasnya. (vid)