Banjir Mengancam Lahan Pertanian, PU Kesulitan Bersihkan Sampah di Sungai

671
Shofyan Apriyansyah – Kondisi bendungan didusun Kenaat Desa Sukabakti terlihat banyak sampah kayu berserakan, Senin (1/2).

PALAS – Ancaman banjir mulai diantisipasi Pemerintah Kecamatan Palas. Terbaru, pemerintah akan meningkatkan koordinasi dengan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Palas dan UPT Dinas Pekerjaan Umum (PU) Palas. Upaya itu dilakukan guna pengawasan mengenai sejumlah pintu-pintu air yang ada diwilayah setempat.
Apalagi pantauan Radar Lamsel di lokasi hulu pintu air di Desa Sukabakti dan hilir di Desa Palas Pasemah kondisinya cukup memprihatinkan. Disana banyak sampah kayu dan rumah tangga yang berpotensi menyumbat saluran yang selanjutnya mengakibatkan banjir.
Plt. Camat Palas Bibit Purwanto mengatakan akan segera berkoordinasi mengenai hal itu. Ia mengakui pemerintah mulai mengantisipasi ancaman banjir yang mungkin terjadi pada musim penghujan. “Jika ditemukan sampah harus segera dibersihkan ya, “ ungkap Bibit kepada Radar Lamsel, kemarin.
Tak hanya mengawasi pintu-pintu air, pihak Kecamatan juga akan mulai melakukan pendataan hamparan lahan pertanian di Palas yang berpotensi terendam banjir. Upaya itu dilakukan untuk penanganan dan langkah cepat yang akan diambil jika banjir benar-benar merendam pertanian warga. “Ini sebagai bentuk laporan ke pemerintah kabupaten,” ungkap dia.
Sementara itu, Petugas Juru Pintu Air Kecamatan Palas Ali Wardana mewakili KUPT PU mengaku, dirinya dan petugas lain sudah berupaya maksimal untuk membersihkan sampah,yang ada di pintu-pintu air dan sepanjang aliran sungai Waypisang.
Namun kata Ali, sampah menggunung yang ada di bendungan, di Dusun Kenaat Desa Sukabakti itu memang sulit untuk dibersih secara manual.
“Kami sudah melapor kepada KUPT PU. Kita tunggu saja mudah-mudahan dalam waktu dekat alat berat bisa di turunkan untuk membersihkannya,” kata Ali.
Sementara Kepala UPT DPTPH Kecamatan Palas Ujuk Kusnadi membenarkan pihaknya dan Kecamatan telah berkoordinasi terkait data hamparan lahan yang berpotensi terendam banjir. “Sifatnya hanya pendataan untuk penanggulangan ya. Sejauh ini tidak ada yang terendam banjir,” singkat Ujuk. (CW2)

BACA :  Pemkab Lamsel Raih WTP Empat Kali Berturut -Turut