Banjir Rusak Fasum dan Lahan Pertanian

95
ILUSTRASI

KETAPANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan telah menginventarisir kerugian akibat banjir di Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, beberapa waktu lalu. Instansi yang menangani bencana itu memastikan tidak ada kerusakan di pemukiman. Rumah warga hanya terendam, tak lama setelah itu banjir surut lagi.

“Jadi tidak ada yang (rumah) yang parau. Tapi total kerugiannya Rp200 juta lebih. Ada jembatan, dan jalan yang rusak,” kata Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lampung Selatan, Wahyudi Pramono, kepada Radar Lamsel, Minggu (10/5/2020).

Wahyudi melanjutkan, selain fasilitas umum, banjir yang terjadi sejak pagi sampai malam di hari Senin (4/5/2020) itu juga merusak lahan pertanian. Namun, pria yang akrab disapa Yudi ini mengatakan urusan menginvestarisir itu merupakan wewenang Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kabupaten Lampung Selatan.

“Ada lahan yang rusak. Kalau perkebunan, dan pertanian itu wewenang Dinas PTPH. Nanti mereka yang menindaklanjuti,” katanya.

Kepala Dinas PTPH Kabupaten Lampung Selatan, Bibit Purwanto, S.P. mengatakan banjir tersebut telah merusak lahan pertanian seluas 25 hektar yang siap panen. Bibit mengatakan petani tidak perlu khawatir. Sebab pihaknya akan segera memberikan bantuan berupa benih padi. Dinas PTPH, kata Bibit, meminta petani ikut serta di program AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi).

“Petani perlu ikut program asuransi tiap musim tanam, sehingga jika gagal panen atau terkena musibah seperti ini bisa diklaim. Petani mendapatkan bantuan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Desa Sumur diterjang banjir bandang lagi pada Senin (4/5/2020) malam. Debit air di sekitar pemukiman warga meningkat lagi setelah hujan deras mengguyur desa setempat. Beruntung, wilayah banjir tidak meluas. Hanya menerjang Dusun Sumur, dan Dusun Sumur Induk, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang.

Disusul Dusun Muara Bakau, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni. Hal ini dibenarkan Kapolsek Penengahan, AKP. Hendra S. saat dikonfirmasi Radar Lamsel, Selasa (5/5/2020). “Ya, masih di lokasi yang sama. Seperti yang saya katakan sebelumnya, kalau hujan deras pasti banjir lagi,” katanya.

Sekretaris Desa Bakauheni, Riki, mengamini jika desanya diterjang banjir bandang. Jika melihat kondisi saat ini, lanjut Riki, banjir kemungkinan tidak hanya menerjang Dusun Muara Bakau saja, tetapi juga dusun lain. Di mana, ada empat dusun yang sangat rawan diterjang banjir. Di antaranya Dusun Kenyayan Bawah I, Kenyayan Bawah II, Pegantungan, dan Way Baru.

“Penyebabnya air tidak lancar. Terus ada banyak sampah di sekitar sungai. Tapi yang paling parah itu pendangkalan sungainya,” katanya.

Anggota DPRD Lamsel Fraksi Golkar, Ahmad Muslim, menilai beberapa desa di Kecamatan Ketapang, dan Kecamatan Bakauheni yang terkena banjir memang mengakibatkan kerugian yang besar bagi masyarakat. Menurut dia, kerugian ini juga membawa dampak perekonomian yang sangat besar di tengah wabah pandemi Covid-19.

“Pertanian padi yang siap panen terkena banjir mengakibatkan gagal panen. Begitu pun dengan para petambak udang, dan ikan tambaknya jebol akibat terjangan banjir. Kondisi ini semakin menyulitkan masyarakat, mereka tidak memiliki harapan lagi karena hasil (panen) itulah yang bisa diharapkan dalam kondisi saat ini,” katanya.

Muslim berharap pemerintah melalui dinas terkait bisa membantu masyarakat, atau petani yang terkena imbas banjir tersebut. (rnd)