Banyak Lansia Tersingkir dari BPNT

32
Ist - Suasana pembagian Program Sembako di Desa Krawangsari.

NATAR – Pengurangan kuota Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima Baantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Natar menjadi buah bibir, masyarakat yang tadinya menikmati program sembako terpaksa gigit jari.

Ironisnya, di sejumlah desa mayoritas Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dikeluarkan dari program sembako oleh pemerintah pusat itu merupakan lanjut usia atau lansia.

Kades Pancasila Suwondo mengatakan, khusus di desanya saja ada sekitar 75 orang yang tidak lagi menerima program sembako tersebut. Tentu hal itu sangat merugikan pihaknya karena data yang dikeluarkan tersebut tidak dirinci. “Artinya tidak ada penjelasan dari pihak manapun kenapa mereka tidak menerima program sembako lagi, yang jadi sasaran kan kami kades-kades,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Senin (18/1).

BACA :  Vaksin Bukan Jaminan Terhindar Virus

Ia berharap pemerintah pusat melalui Dinas Sosial segera mengeluarkan daftar siapa-siapa yang dikeluarkan dari program sembako itu, sekaligus disertai dengan penjelasan. “Warga desa itu ya pasti melapor ke kami, sementara kami belum tahu alasannya apa,” tuturnya.

Pria yang karib disapa Wondo itu menjelaskan, selama ini ada 297 warganya yang mendapatkan program sembako. “Selama ini ada 297, sekarang tinggal 222,” ucap dia.

BACA :  Kerajinan Gerabah Kian Diminati

Camat Natar Eko Irawan menyampaikan, pengurangan kuota BPNT atau program sembako memang terjadi se Indonesia yakni sekitar 2 juta jiwa dari 20 juta penerima. “Artinya langsung berdampak kepada Lamsel yang juga berkurang 16 ribu, dan kemudian berdampkak ke desa-desa juga,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan berupaya mempertanyakan data pengurangan tersebut agar tidak menjadi polemik berkepanjangan. “Iya nanti akan kami kordinasikan segera,” pungkasnya. (kms)