Bapenda Gelar Ekspose Akhir Analisis Potensi PAD

470
Kepala Badan Pendapatan Daerah Pesawaran, Wildan, SE.,MM saat menyampaikan sambutan.

GEDONGTATAAN – Sebagai upaya untuk memberikan panduan terhadap arah dan strategi dalam mengoptimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pesawaran, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pesawaran menggelar ekpose akhir analisis potensi PAD, Selasa (23/10).

Dimana kegiatan tersebut bertujuan untuk memberi kontribusi kepada pemerintah daerah setempat dalam pengambilan kebijakan terhadap penetapan target PAD.

Selain itu, kegiatan ekspose yang turut dihadiri oleh jajaran DPRD, Tim Analisis Potensi PAD, Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Pesawaran ini juga bertujuan untuk memberikan masukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tentang Potensi PAD serta strategi yang dipergunakan untuk pencapaian realisasi PAD dan meningkatkan kesadaran wajib pajak dan retribusi daerah dalam melaksanakan kewajibannya.

Bupati Pesawaran, H. Dendi Ramadhona, S.T melalui Sekretaris Daerah, Kesuma Dewangsa menyampaikan, bahwa pajak dan retribusi daerah merupakan salah satu sumber PAD yang dipergunakan sebagai pembiayaaan pembangunan Daerah. Namun menurutnya hingga saat ini hasil penerimaan pajak dan retribusi daerah tersebut belum memadai dan belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap APBD Kabupaten Pesawaran.

Disamping itu, sumber dana yang berasal dari pemerintah pusat berupa dana alokasi, baik DAU maupun DAK belum dapat sepenuhnya dialokasikan bagi pembiayaan pembangunan daerah. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai inovasi dan kebijakan strategis, diantaranya apa yang telah dan akan dilaksanakan sekarang, yaitu dengan Analisis Potensi Pendapatan Daerah Kabupaten Pesawaran.

“Berbagai upaya dalam menggali dan mengoptimalkan sumber-sumber PAD, yang dilakukan bekerjasama dengan pihak konsultan merupakan salah satu strategi dalam rangka intensifikasi dan ekstensifikasi berbagai potensi sumber-sumber PAD dengan berbagai analisis, kajian teknis dan akademik. Sehingga diharapkan hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu acuan pokok bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran dalam melaksanakan pengelolaan penerimaaan PAD,” ujar Kesuma Dewangsa saat menghadiri acara yang dilaksanakan di aula hotel dan restoran Bukit Randu, Bandar Lampung.

Dirinya juga berharap kegiatan ekspose akhir tersesbut akan menghasilkan dokumen perencanan PAD untuk penetapan target penerimaan PAD dimasing-masing OPD.

“Melalui eksposes akhir ini saya berharap dapat menghasilkan perencanaan pengelolaan PAD dan dokumen perencanaan PAD yang berisikan petunjuk pelaksanaan, kebijakan untuk merealisasikan potensi pendapatan dan pengelolaan PAD Kabupaten Pesawaran,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pesawaran M. Nasir, S.I.Kom.,MM  mengatakan, potensi peningkatan PAD sangat dimungkinkan mengalami peningkatan. Dan hasil pansus PAD nantinya juga akan dijadikan acuan penetapan PAD pada APBD 2019. Dimana beberapa faktor yang menyebabkan belum optimalnya capaian PAD diantaranya belum optimalnya OPD terkait dalam mengejar potensi PAD, adanya indikasi kebocoran PAD dan faktor lainnya.

BACA :  Cari Bibit Unggul, Dinas Pertanian Gelar Festival Durian

“Data yang dihimpun dan dihitung oleh tim eksekutif dan pansus PAD akan kita padukan untuk menjadi acuan penetapan PAD pada APBD 2019 nanti,” terangnya.

Menurut ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran ini, hasil penghitungan dari tim eksekutif terhadap potensi PAD di 8 OPD nantinya akan dibahas lebih lanjut dengan DPRD setempat. Sehingga nantinya laporan hasil tim pansus dapat ditetapkan menjadi PAD.

 “Kita akan bahas lebih lanjut dengan eksekutif terkait potensi yang ada. Kita akan lihat dari semua sisi, baik dari regulasinya, sarana prasarana, danbpersonilnya. Tetap akan kita perbaiki, kalau memang diperlukan kita akan revisi regulasinya hingga melengkapi sarana prasananya,” imbuhnya.

Terpisah, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Munzir Zen mengatakan, bahwa ada beberapa regulasi yang perlu di susun dalam rangka peningkatan PAD, baik secara intensifikasi maupun ekstensifikasi. Seperti potensi tera ulang, karena selain belum didukung peralatan juga sumber daya manusianya.

“Seperti KIR, kita belum ada fasilitasnya. Dan kedepan, itu yang akan kita upayakan.  Dan semangat ekskutif dan legislatif adalah untuk meningkatkan PAD Kabupaten Pesawaran. Tinggal kita itegrasikan data antara kita dengan pansus,” ucapnya.

Bahkan, lanjut Munzir Zen, pihak pemerintah daerah dan DPRD akan berupaya melengkapi daya dukung seperti regulasi, sarana prasarana, sumber daya manusia dalam meningkatkan PAD. Namun, jika semua daya dukung sudah terpenuhi, tetapi capaian PAD kedepan juga tidak maksimal maka kinerja OPD terkait akan dievaluasi.

“Perlu dievaluasi, dimana kelemahannya. Dan itu perlu dibenahi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Pesawaran, Wildan, SE.,MM menyampaikan bahwa kegiatan Analisis Potensi Pendapatan Daerah dalam rangka optimalisasi PAD yang dilaksanakan oleh CV. Tara Utama berlangsung selama 120 hari dengan kegiatan Analisis Potensi Daerah guna intensifikasi pemungutan seluruh objek pajak daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang terdiri atas pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak bumi dan bangunan pedesaan dan Perkotaan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.

“Serta retribusi daerah yang meliputi retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha dan perizinan tertentu, sebagaimana dimaksud Pasal 108 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah,” katanya.

Metodologi yang digunakan dalam Analisis Potensi Pendapatan Daerah ini, dijelaskanya, yakni dengan menginventarisasi data, berupa kegiatan pengumpulan data sekunder pada instansi terkait maupun survey pengamatan langsung. Dan, survey yang dilakukan terdiri dari survey sekunder, yaitu mengumpulkan data yang relevan dari kepustakaan, dan pengumpulan data atau perekaman data dari instansi-instansi terkait. Kemudian survey primer, yaitu survey penelitian dan survey lapangan berupa wawancara (terstruktur dan mendalam), identifikasi lapangan, serta melaksanakan verifikasi, mencatat menilai dan menetapkan objek pajak dan objek retribusi seluruh lokasi potensi objek Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Pesawaran.

BACA :  Bupati Dendi Minta PNS Bangun dan Jaga Citra Postif

Sedangkan untuk penilaian dan ketetapan objek pajak, lanjutnya, yaitu menentukan atau mengidentifikasi nilai objek pajak dan retribusi dengan metode pendekatan harga pasar dan pendekatan pendapatan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Metodologi tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menggali dan mengoptimalkan potensi PAD yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah, antara lain meliputi identifikasi, inventarisasi berbagai potensi sumber-sumber PAD di Wilayah Kabupaten Pesawaran.

Selanjutnya adalah identifikasi, inventarisasi, pendataan berbagai produk hukum (regulasi dan deregulasi,red) terkait dengan pajak dan retribusi yang merupakan salah satu dasar dalam penilaian, penetapan dan penagihan pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Pesawaran. Penyusunan dan menetapkan asumsi-asumsi atau proyeksi-proyeksi baik terkait dengan besaran tarif maupun target penerimaan pajak dan retribusi daerah. Penyusunan laporan hasil analisis potensi pendapatan asli daerah dan pelaksanaan seminar atau ekspose, seminar atau ekspose laporan pendahuluan, seminar atau ekspose laporan fakta dan analisa seminar atau ekspose laporan akhir.

“Kegiatan hari ini adalah fase kelima atau fase terakhir dari rangkaian kegiatan di atas, setelah sebelumnya dilakukan seminar atau ekspose laporan pendahuluan pada tanggal 04 Juli 2018, seminar atau ekspose laporan fakta dan analisa pada tanggal 19 September 2018, dan kegiatan hari ini adalah seminar atau ekspose laporan akhir,” jelasnya.

Hasil kegiatan ekspose akhir Analisis Potensi PAD Kabupaten Pesawaran tersebut, tambah Wildan, diharapkan dapat memberikan gambaran konfrehensif mengenai potensi PAD Kabupaten Pesawaran, sehingga dapat memberikan manfaat terhadap peningkatan PAD secara berkelanjutan, termasuk upaya intensifikasi semua sektor pajak dan retribusi, dan upaya ekstensifikasi, antara lain retribusi rekreasi dan olahraga, retribusi pelayanan kepelabuhan penumpang di Desa Ketapang. Sehingga, kebutuhan anggaran pembangunan Daerah Kabupaten Pesawaran dapat terpenuhi, yang pada gilirannya berdampak pada peningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Andan Jejama.

“Narasumber atau pemateri dalam kegiatan ini terdiri dari tim konsultan analisis potensi pendapatan daerah dan akademisi Universitas Lampung,” pungkasnya. (Adv)

BAGIKAN