Baru 28 Ribu KIS yang Didistribusikan

647
Ilustrasi

KALIANDA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Perwakilan Lampung Selatan baru membagikan sebanyak 28.139 Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari 416.972 jiwa peserta jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) yang dibiayai melalui APBN.
Kepala BPJS Kesehatan Lamsel Azeki, SE, MM mengungkapkan, pihaknya masih menunggu pengiriman blanko KIS dari pemerintah pusat untuk mencetak sisa kekurangan yang belum mendapatkan KIS. Namun, hingga kini belum tdapat dipastikan kapan blanko tersebut tiba.
“Yang sudah selesai, kami distribusikan ke Dinkes Lamsel. Karena, mereka yang langsung membagikan melalui puskesmas yang tersebar di kecamatan-kecamatan,”ungkap Azeki kepada Radar Lamsel, Kamis (3/12).
Meski belum memegang KIS, imbuhnya, warga yang terdaftar sebagai peserta jamkesmas tidak perlu khawatir. Sebab, data warga sebagai peserta jamkesmas sudah ada di BPJS Kesehatan.
“Jangan takut kalau mau berobat. Datang saja ke tempat pelayanan kesehatan, pasti dilayani. Karena yang belum jadi Cuma kartu nya saja. Kalau datanya, sudah ada. Kita tinggal tunggu blanko lalau di cetak dan di distribusikan,”tambahnya.
Dia menjelaskan, KIS merupakan kartu untuk menjamin dan memastikan masyarakat kurang mampu agar mendapatkan manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.
Prosedur pelayanan KIS, lanjutnya, pada prinsipnya sama dengan jaminan kesehatan lainnya. Dimana, peserta dapat mendatangi tempat pelayanan kesehatan tingkat pertama yaitu di puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
Azeki merincikan, untuk peserta jamkesmas yang dibiayai oleh APBN, di Lamsel terdapat 416.972 jiwa. Sementara untuk jaminan kesehatan daerah (jamkesda) dari APBD Lamsel, terdapat sekitar 43.000 jiwa.
“Pada prinsipnya, jamkesmas dan jamkesda sama. Hanya saja sumber yang membiayai dari APBN dan APBD. Untuk peserta BPJS mandiri, mereka membayar iuran sendiri. Jamkesmas dan jamkesda untuk warga yang kurang mampu,”pungkasnya. (idh)

BACA :  Mulai Dibahas di Kementerian, Natar Masuk RDTR Perkotaan di Lamsel
BAGIKAN