Baru PBVSI Gelar Musda

662
Ilustrasi

KALIANDA – Sejumlah pengurus kabupaten (pengkab) Olahraga banyak yang mengalami kevakuman. Itu dapat dilihat dari habisnya masa kepengurusan dari beberapa pengkab olahraga, namun tidak segera dilakukan musyawarah daerah (musda) untuk menetapkan kepengurusan yang baru.
Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, setidaknya ada tiga pengkab olahraga yang telah memasuki masa re-organisasi. Diantaranya adalah Pengurus Cabang Persatuan Lawan Tenis Indonesia (PELTI), Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) dan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Lamsel.
Namun, kabar terakhir PBVSI Lamsel yang semestinya melakukan re-organisasi pada Oktober 2015 lalu telah melakukan Musda PBVI pada, Rabu (20/4) pekan lalu. Saat ini, PBVSI diketuai oleh Wahyu yang sebelumnya sebagai bendahara di pengkab tersebut.
Wakil Sekretaris KONI Lamsel Zakaria membenarkan hal tersebut. Pihaknya mengaku sejak lama telah menyurati ketiga pengkab olahraga tersebut sejak lama agar segera melakukan Musda.
“Baru satu pengkab yang menggelar Musda, yaitu PBVSI. Tetapi, dalam waktu dekat PELTI juga akan segera menggelar Musda,”kata Zakaria kepada Radar Lamsel, kemarin.
Dia menjelaskan, berbagai tahapan untuk menggelar Musda telah dilakukan PELTI Lamsel dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, koordinasi dengan pengprov PELTI Lampung juga telah dilakukan.
“PELTI bahkan sudah menunjuk karateker untuk menggelar Musda ini. Untuk waktunya, yang menentukan dari pengurus PELTI. KONI sifatnya hanya mendorong saja,”tutupnya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris PELTI Lamsel Kuswignyo belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut terkait hal ini. Sebab, dihubungi melalui sambungan telepon meskipun aktif tetapi tidak ada jawaban.
Sementara untuk pengkab olahraga PTMSI Lamsel yang kepengurusannya telah habis sejak Tahun 2014 lalu, juga belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Ketua PTMSI Lamsel Drs. H. M. Darmawan, MM juga belum bisa memberikan komentar. Dua nomor teleponnya saat dihubungi Radar Lamsel dalam kondisi tidak aktif. (idh)

BACA :  DD Tangani Corona Perlu Regulasi