Baru Salurkan 5,5 Ton Benin Bantuan

221
Ist For Radar Lamsel – Petugas UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas, menyerah bantuan benih padi untuk petani yang mengalami puso di Desa Bandanhurip, Senin (13/5).

Empat Desa Masih Proses

PALAS – Dinas Pertanian Tanaman Pangan  Holtikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Lampung Selatan kembali memberikan bantuan benih padi bagi petani yang mengalami puso atau gagal panen di Kecamatan Palas, Senin (13/5).

          Bardasarkan informasi, bantuan benih padi percepatan tanam musim gadu yang digunakan untuk menanggulangi kerusakan tanaman padi akibat terdampak banjir tersebut hingga saat ini telah disalurkan di Desa Bandanhurip, Pulautengah dan Baliagung.

          Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas Agus Santosa mengatakan, bantuan benih padi dari pemerintah pusat tersebut untuk menanggulangi tanaman padi  yang puso akibat terdampak banjir pada April lalu.

BACA :  Pasal Sampah, Pengurus Pasar jadi Cibiran

          Bantuan tersebut diambil dari bantuan benih percepatan tanam musim gaduh mendatang. “Bantuan ini diambil dari bantuan benih percepatan tanam musim gadu tahun ini. Karena untuk tanaman padi yang terdampak banjir pada periode April ini memang tidak ada bantuan lagi,” kata Agus Santosa kepada Radar Lamsel.

          Agus menerangkan, bantuan benih padi dengan varietas ciherang tersebut sudah disalurkan di tiga desa yaitu, Desa Bandanhurip sebanyak 1,625 ton untuk tanaman padi seluas 65 hektar, Desa Pulautengah 2,5  untuk 100 hektar tanaman, dan Baliagung 1,375 ton untuk 55 hektar.

BACA :  Disiplin Kesehatan di Pasar Jadi Sasaran

          “Hingga saat ini benih baru disalurkan di tiga desa. Sementara untuk Desa Bangunan, Palasjaya, Mekarmulya, dan Bumirestu masih menunggu proses pendistribusian,” ungkapnya.

          Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyebutkan, dari total 325 hektar tanaman padi yang mengalami puso atau gagal panen hanya seluas 115,75 hektar yang telah terdaftar Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

          “Bantuan yang selalu diberikan sebenarnya tidak mendidik petani, karena ada bantuan mereka enggan mendaftar asuransi AUTP. Dari total 325 hektar yang mengalami puso hanya 115 yang masuk dalam daftar AUTP,” pungkasnya. (vid)