Basuh Kaki Guru, Wujud Bhakti Siswa Kepada Guru

638

KETAPANG – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan hari ulang tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 72 tahun 2017 menjadi momentum kebangkitan dunia pendidikan di tanah air.

Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Ketapang ada kegiatan yang berbeda dari sekolah-sekolah lainnya pada peringatan HGN dan HUT PGRI yang diperingati setiap 25 November tersebut. Puncak peringatan HGN dan HUT PGRI digelar dengan upacara bendera, Senin (27/11) kemarin.

Namun ada yang berbeda dan special dalam upacara bendera tersebut. Pada pelaksana upacara bendera dihalaman sekolah SMPN 1 Ketapang, Petugas upacara bendera yang biasanya dilaksanakan para siswa, namun pada momen HGN dan HUT PGRI ini, petugas upacara dilaksanakan oleh dewan guru.

Selain itu, pihak sekolah merangkai dalam kegiatan upacara bendera dengan sesi membasuh atau mencuci kaki guru dan pemotongan nasi tumpeng sebagai puncak peringatan HGN dan HUT PGRI ke-72 tahun ini.

Menurut Kepala SMP Negeri 1 Ketapang Wayan Sude, S.Pd, moment HGN dan HUT PGRI ke-72 dilingkungan SMP Negeri 1 Ketapang sangat special. Yakni, petugas upacara bendera dilaksanakan oleh dewan guru, terdapat sesi penyiraman atau membasuk kaki dewan guru oleh anak-anak peserta didik dan pemotongan nasi tumpeng.

BACA :  2 PDP di RSUD Bob Bazar

“Moment HGN dan HUT PGRI ke-72 menjadi moment special tahun ini. Membasuh atau mencuci kaki guru merupakan sebagai bentuk bhakti anak-anak dengan orang tua atau guru. Makdus dan tujuannya, agar siswa dan guru selalu ada hubungan yang baik. Siswa akan selalu patuh dan taat serta siap menerima pelajaran dan pendidikan yang diberikan oleh guru,” tutur Wayan Sude yang menyebutkan sesi membasuh kaki guru dilaksanakan perwakilan murid (perempuan dan laki-laki) kepada 15 orang guru senior di lingkungan SMP Negeri 1 Ketapang.

Wayan Sude yang baru menjabat tiga bulan Kepala SMP Negeri 1 Ketapang mengatakan, hari guru merupakan hari kehormatan dan martabat bagi guru-guru di Indonesia.

Moment peringatan HGN dan HUT PGRI tahun ini, kata Wayan Sude, menjadi awal untuk mewujudkan komitmennya memimpin SMP Negeri 1 Ketapang. Yakni, meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan  para siswa-siswi disekolah yang dipimpinnya.

Disamping itu, meningkatkan kebersihan, keindahan, kesejukan dan keamanan (BISA) sesuai motto Bupati Lamsel H. Zainudin Hasan membangun Lampung Selatan. “Semua kami lakukan untuk menjalankan program bapak Bupati Lampung Selatan dan Kepala Dinas Pendidikan. Dibidang pendidikan, kami memberikan jam pelajaran tambahan untuk meningkatkan mutu dan kualitas serta prestasi akademik dalam menghadapi ujia semester dan ujian nasional,” papar Wayan kepada Radar Lamsel, kemarin.

BACA :  ODP Mayoritas Perantau

Tiga bulan memimpin SMP Negeri 1 Ketapang, Wayan Sude  mengingatkan kepada dewan guru untuk meningkatkan disipli kehadiran, tatap muka dikelas atau kegiatan belajar mengajar (KBM), disiplin berpakaian dan lainnya.

“Selain memperbaiki secara fisik, saya bersama dewan guru meningkatkan mutu pendidikan dengan mengadakan pelajaran tambahan disore hari oleh masing-masing guru sesuai bidang study kepada anak peserta didik kelas 7-9,” paparnya.

Wayan Sude menambahkan, program kedepan yang dilaksanakan untuk para siswa-siswinya adalah kegiatan seni dan budaya yang berkolaborasi. “Diera digital ini menjadi tantangan bersama orang tua dan dewan guru agar siswa-siswi tidak terpengaruh hal-hal yang negatif. Untuk itu, pihak sekolah memberikan kegiatan-kegiatan dan bimbingan disekolah kepada siswa-siswi untuk mengurangi pergaulan bebas anak diluar rumah dan sekolah,” katanya. (man)