Belajar Fokus dan Intensif, Pontren Ushuluddin Bentuk Kelompok Khusus Santri

176
Ist. Radar Lamsel – Belasan santri Pontren Ushuluddin yang tergabung dalam kelompok khusus tahsin.

PENENGAHAN – Pondok pesantren (pontren) terpadu Ushuluddin terus berusaha memberikan yang terbaik untuk para santrinya. Hal ini terlihat dari banyaknya kegiatan belajar yang diselenggarakan pesantren yang berlokasi di Desa Belambangan, Kecamatan Penengahan ini.

          Demi meningkatkan keahlian para santri di berbagai bidang, Pimpinan Pontren Ushuluddin akhrinya membentuk perkumpulan para santri yang diberi nama “kelompok khusus”. Kelompok yang baru dibentuk ini memiliki 9 bidang, yaitu kelompok khusus tahfidzh, kelompok khusus da’i dan daiah.

          Selain membentuk kelompok di bidang itu, Pontren Ushuluddin juga membentuk kelompok di bidang lain. Salah satunya kelompok khusus wirausaha budidaya ayam kampung, lele, konveksi, dan lain-lain. Kemudian kelompok khusus KSPI (kelompok study pengembangan intelektual) yang memiliki program diskusi, bedah buku, seminar, dan lain-lain.

BACA :  Stok Cabai Pasar Lokal Terpenuhi

Selanjutnya adalah kelompok khusus olahraga yang membidangi futsal futsal, bola voli, sepak bola, silat, karate, tapak suci, dan lain-lain. Kelompok khusus bahasa atau debat berbahasa. Kelompok khusus K3 (kajian kitab kuning), Kelompok khusus tilawah, dan kelompok khusus tahsin.

Pimpinan Pontren Terpadu Ushuluddin, Dr. KH. A. Rafif Udin, S.Ag.,M.Si mengatakan sembilan kelompok khusus itu memang baru dibentuk. Namun, Rafiq meyakini para santri yang masuk dalam kelompok tersebut akan lebih mudah mendalami bidangnya masing-masing.

BACA :  Tidak Ada Larangan Menikah

“Karena kelompok ini seperti pasukan khusus TNI (Tentara Nasional Indonesia), belajarnya lebih fokus dan lebih intensif,” kata Rafiq kepada Radar Lamsel, Senin (18/3) kemarin.

Menurut Rafiq, pemberian nama kelompok khusus itu memang sudah diatur. Rafiq mengatakan para santri yang bergabung dalam kelompok ini memang lebih istimewa ketimbang yang lainnya. Sebab, para santri dapat memperoleh banyak waktu dalam menekuni bidang yang ada di masing-masing kelompoknya.

“Ya, waktunya lebih banyak dari yang bukan kelompok khusus. Jadi sangat relevan jika santri yang gabung di kelompok ini memiliki kemampuan spesial dibanding santri lain,” katanya. (rnd)