Belasan Hektar Lahan Penghijauan Digerus Abrasi

40
Dok.Radarlamsel – Lokasi lahan penghijauan hutan mangrove di Dusun Kualajaya pada 12 Januari lalu. Kini lahan seluas 15 hektar yang telah ditanami 2.000 pohon mangrove bersama Kapolres Lampung Selatan itu telah tergerus abrasi.

SRAGI – Daratan Dusun Kualajaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi kembali tergerus abrasi. Belasan hektar lahan mangrove hilang tergerus gelombang pasang yang terjadi beberapa bulan lalu.

Hal itu diutarakan oleh Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Hijau Lestari, Rizal. Ia menceritakan, banjir rob yang melanda Dusun Kualajaya selama tiga bulan lalu tak hanya berdampak pada lahan tambak dan pemukiman masyarakat. Lahan penghijauan mangrove juga terkena abrasi.

“Tanah timbul di ujung Sungai Sekampung yang menjadi lahan penghijauan juga tergerus akibat banjir rob disertai gelombang tinggi dua bulan lalu,” ujar Rizal memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Rabu (12/8) kemarin.

BACA :  Hasil Panen  Padi Diprediksi Meningkat

Rizal mengungkapkan, banjir rob disertai gelombang tinggi itu menyebabkan lahan pengihijauan seluas 15 hektar hilang akibat abrasi. Padahal lahan tersebut telah ditanami 2.000 pohon mangrove, bersama Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edi Purnomo pada 12 Januari lalu.

“Ada sekitar 15 sampai  20 hektar lahan penghijauan yang terkena abrasi. Termasuk 2.000 pohon mangrove yang kita taman bersama Kapolres Lampung Selatan pada pertengahan Januari lalu,” terangnya.

Saat ini, sambung Rizal, program penghijauan penanaman mangrove di Dusun Kualajaya dialihkan di Dusun Jembatan Gantung. Sebab di Kualajaya, sudah tidak bisa ditanami lagi.

BACA :  Empat Warga Kualajaya Reaktif Covid-19

“Sekarang penanaman mangrove kita alihkan di Dusun Jembatan Gantung. Sebab kalau kita menanam di Kualajaya pasti akan tergerus abrasi, karena pantainya tidak ada pelindung,”

ungkapnya.

Ia juga mengharapkan, pemerintah dapat melakukan pembangunan tanggul pemecah ombak. Sebab hingga saat ini abrasi pantai masih terus terjadi mengancam hutan mangrove yang masih tersisa.

“Satu-satunya jalan ya dipasang tanggul pemecah ombak. Kalau tidak begitu, mangrove tidak bisa ditanam karena akan tegererus ombak,” harapnya. (vid)