Belasan Nasabah Menginap di BMT DMS

1193
Veridial – Belasan nasabah mendatangi kantor BMT Dana Mulya Syari’ah (DMS) di Desa Sidoasri Kecamatan Candipuro, mereka rela menginap disana dan mendesak menejemen BMT memulangkan deposito para nasabah, Senin (14/1).

Minta Menejemen Kembalikan Deposito

CANDIPURO – Belasan nasabah Baitul Maal wa Tanwil (BMT) Dana Mulya Syari’ah (DMS) rela menginap di kantor BMT DMS Dusun Sidoluhur, Desa Sidoasri, Kecamatan Candipuro.

Sebanyak 14 orang yang datang dari Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa itu menuntut manajemen BMT DMS memulangkan uang deposito yang selama ini disetor. Sebab, para nasabah tersebut merasa tertipu lantaran tabungan di BMT DMS tidak bisa dicairkan.

Belasan nasabah itu yakni, Entin Suesti, Maryamah, Nahiyah, Yessi, Maisaroh, Saiyah, Fathonah, Kasmiri, Roida, Nur Jamani, Bohari, Herman, Wahyudi dan Amrul Rifa’i. Mereka berniat menjumpai Kepala BMT DMS Muhajir yang dikabarkan sedang berada di Jakarta.

“ Kami sengaja datang ke kantor pusat BMT DMS yang ada di Candipuro, tetapi Kepala BMT DMS tidak bisa ditemui hanya ada beberapa karyawan saja yang menerima kedatangan kami. Kami berencana menginap sampai ada kepastian deposito bisa ditarik,” kata Bohari, satu dari 14 orang yang merasa dikecewakan oleh menejeman BMT DMS, Senin (14/1).

Setelah ditelisik belasan nasabah Dusun Regahan Lada Desa Tejang Puluau Sebesi Kecamatan Rajabasa itu ada yang menjadi nasabah dengan deposito berjangka dan ada pula yang setoran arisan. Sebab, BMT DMS juga melayani pengelolaan arisan.

Maisaroh (36) satu dari 14 nasabah yang ngelurug kantor BMT DMS mengaku menjadi salah satu nasabah dengan deposito terbesar. Nominal yang diakui Maisaroh cukup prestisius mencapai Rp 300 juta.

Nggak bisa diambil, sudah berkali-kali kami mengupayakan agar uang itu bisa dicairkan tetapi menejemen BMT selalu menjanjikan harapan bahwa uang dapat dicairkan. Tapi nyatanya hingga kini belum jelas,” ungkapnya.

Dari keterangan para nasabah itu, BMT DMS masuk ke Desa Tejang dengan memanfaatkan ketokohan orang-orang terpandang disana sebagai dasar pemberi kepercayaan agar warga bisa menjadi nasabah.

Sayangnya, dua tokoh penting di desa itu yakni Kepala SD Tejang dan Kepala Desa Tejang kini telah wafat. Alhasil warga kebingungan mengadukan persoalan ini kepada siapa.

Ketua LBH Advokasi Kalianda (Vocal) Mukhlisin mengatakan, dari hasil komunikasi sementara. Pihak BMT DMS sedang berupaya mengembalikan uang nasabah yang ditaksir tembus diangka Rp 700 juta.

“ Kalau komunikasi terakhir, pak Muhajir sedang berada di Jakarta dan tengah berupaya mengembalikan uang nasabah. Para nasabah pun akan menginap demi mendapat kepastian tersebut,” kata dia dihubungi, kemarin.

Sementara, Kepala BMT DMS Muhajir belum berkomentar terkait banyaknya komplain yang dilayangkan nasabah kepada BMT DMS besutannya itu. Saat dihubungi wartawan koran ini nomor ponselnya sudah tak aktif lagi. (ver)