Beli Pakai Uang Rakyat, Tapi tak Diurus!

689
Veridial – Mobil Patwal Pemkab Lamsel dibiarkan nangkring selama setahun ditepi jalan didekat pintu masuk Kampus STIE Muhammadiyah Kalianda, mobil itu diketahui rusak tanpa dibenarkan kerusakannya, Kamis (25/4).

Mobil Patwal Pemkab Dibiarkan Nangkring Setahun di Tepi Jalan

KALIANDA – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan sepertinya belum mengetahui kalau salah satu aset Mobil Patwal bermerk Nissan type np300 milik Pemkab Lamsel  dibiarkan nangkring tak terawat selama setahun ditepi jalan.

Mobil plat merah seharga ratusan juta rupiah dengan nomor polisi BE 9379 DZ dapat dijumpai ditepi jalan tepatnya, sebelum pintu masuk Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Kalianda.

Aldo (18), warga Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda yang bermukim tak jauh dari lokasi mangkraknya mobil Patwal itu mengatakan, mobil milik Pemkab Lamsel itu sudah satu tahun tak terurus.

“ Sudah setahun disitu, dipinggir jalan dibawah pohon cerry. Pengurusnya nggak tahu kemana. Mobilnya nggak dikunci, aki nya sudah dibawa oleh si pengurus tapi kendaraannya dibiarkan saja,” kata Aldo kepada Radar Lamsel, Kamis (25/4).

Aldo menyayangkan sikap pengurus mobil dinas itu. Sebab, mobil yang diketahui mogok itu semula akan diperbaiki di bengkel milik Aldo namun sejak diparkir si pengurus tak pernah datang lagi, bahkan untuk memberikan biaya perbaikan saja diakuinya tidak pernah.

BACA :  Subyek Gugatan Mengerah ke KPU, BBHAR Optimistis

“ Dulu katanya mogok dari JTTS, diderek kesini minta diperbaiki. Tapi nggak ngasih ongkos, kami juga nggak mau memperbaiki kalau ongkosnya tidak ada. Pengurusnya juga hanya sekali datang untuk nyabut aki, setelah itu tidak ada kabar lagi,” terangnya.

Remaja yang baru lulus SMA itu menyayangkan kendaraan semahal itu dibiarkan tanpa diurus. Ia juga membeberkan kondisi oli dalam keadaan kering dan pintu mobil tidak terkuci.

“ Oli mesinnya aja kering, gimana tidak rusak. Pintu mobilnya nggak dikunci, dibiarkan saja. Jadi siapa saja bisa buka pintu mobil,” ujarnya seraya membuka pintu mobil yang tak terkunci.

Hal senada dikatakan Andi (20). Mahasiswa lokal asal Kelurahan Kalianda ini mengatakan, uang yang dipakai untuk pengadaan mobil dinas itu merupakan uang rakyat untuk memfasilitasi pemerintah dalam bertugas.

BACA :  Damkar Punya Kepala Dinas, Maturidi Jadi Plt.

“ Belinya pakai uang rakyat untuk menunjang tugas dan kinerja pemerintah dalam melayani rakyat, ini mobil Patwal. Mobil penegak Perda. Kok bisa sampai setahun rusak tidak dibenarkan kerusakannya, malah dibiarkan. Harusnya diurus seperti mobil sendiri,” tagasnya.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Perlengkapan Setdakab Lamsel Delfarizi mengatakan, per tahun bagian perlengkapan menganggarkan biaya perawatan untuk kendaraan dinas (randis). Biaya perawatan tersebut ditetapkan berdasarkan jenis randis.

“ Ada kok tiap tahun ada biaya perawatan. Memang tidak tiap bulan, tetapi dalam satu tahun dikeluarkannya. Itu juga tergantung jenis randisnya. Tentu randis avanza dengan Inova berbeda dong biaya perawatannya, dari pemakaian oli saja sudah beda. Belum lagi ban yang digunakan, saya kurang tahu kalau detail nominal perawatannya berapa per tahun. Yang jelas tiap randis perawatannya pasti ada dan bervariatif,” terang Delfarizi. (ver)