“Belum Ada Edaran, Silahkan Gunakan Tarif Lama”

649
ILUSTRASI

KALIANDA – Kebijakan pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), tidak diiringi dengan turunnya tarif angkutan pedesaan di sejumlah daerah. Seperti para sopir angkutan pedesaan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, mereka enggan menurunkan tarif jasa angkutan dengan berbagai alasan.
Zakaria, salah seorang sopir angkot jurusan Kalianda-Sidomulyo mengaku masih memberlakukan tarif lama. Dia beralasan tetap dengan tarif lama karena belum adanya pemberitahuan dari pemerintas soal penurunan tarif.
“Selama masih belum ada pemberitahuan, saya tetap memberlakukan tarif lama. Karena, penentuan tarif ini sudah disepakati dan ditetapkan waktu kenaikan BBM tahun lalu,”kata Zakaria kepada Radar Lamsel di Terminal Pasar Inpres Kalianda, Kamis (7/1) kemarin.
Senada dikatakan Faisol, sopir angkot jurusan Kalianda-Bakauheni. Dia mengaku tidak akan menurunkan tarif angkutan secara sepihak, selama aturan tarif angkutan baru belum diturunkan oleh Organda.
“Kami harap organda agar tidak terburu-buru menurunkan tarif angkutan. Karena biaya onderdil dan setoran membutuhkan biaya besar. Apalagi penurunan harga BBM jenis premium hanya Rp350 per liter,”singkatnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dishub Lamsel Syukur Kersana, S.Sos mengatakan, pihaknya juga tidak akan memutuskan soal perubahan tarif angkutan. Pasalnya, sejauh ini belum ada surat edarah dari pemerintah pusat.
“Kalau memang ada surat edarannya, pasti kami akan langsung rapat dengan pihak-pihak terkait. Seperti organda, YKLI dan pihak terkait lainnya. Kami rasa beberapa hari ini juga belum ada keluhan masyarakat maslah tarif angkutan.”kata Syukur melalui sambungan telepon.
Lebih lanjut dia mengatakan, tarif angkutan pedesaan yang diberlakukan adalah tarif terakhir yang ditetapkan beberapa waktu lalu. “Dulu sudah kita sepakati kenaikan Rp1.000 untuk setiap tujuannya. Karena, tarif angkutan di Lamsel ini walaupun satu jurusan beda tarifnya tergantung jarak tempuh,”pungkasnya.
Untuk diketahui, harga BBM jenis premium saat ini turun menjadi Rp7.050 rupiah per liter dan solar Rp5.650 per liter. (idh)

BACA :  Paripurna LKPj 2019 PAD Tembus 99,48 Persen