Bentrok PP Kontra GMBI Dipicu Buku Nikah

48
Ist - Ormas Pemuda Pancasila bentrok kontra LSM GMBI, kejadian dipicu soal buku nikah, Rabu (29/7).

TANJUNG BINTANG – Ormas Pemuda Pancasila (PP) dan LSM GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) bentrok. Peristiwa ini terjadi di Desa Sri Tanjung, kecamatan Tanjung Bintang, sekitar pukul 11.30 WIB, Rabu (29/7/2020).

Bentrok antar keduanya menimbulkan korban luka. Pantauan Radar Lamsel di lokasi, ada satu orang dari ormas PP yang mengalami luka di bagian hidung. Setelah kejadian itu, Kapolsek Tanjung Bintang, AKP. Taken Hafidz, langsung melerai, belakangan beredar kabar Kapolsek itu juga terluka akibat bentrokan.

 

Informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi di depan kantor KUA setempat. Belum jelas hal apa yang membuat keduanya bentrok. Namun kejadiannya bermula setelah audiensi antara LSM GMBI dengan pihak KUA setempat selesai. Terkait buku nikah yang belum dikeluarkan sejak tahun 2012.

 

Ketika audiensi, KUA hanya mengundang penghulu, dan kepala desa. Tanpa undangan, ormas PP turut hadir. Bahkan sudah menduduki balai nikah sejak pagi itu. Kemudian LSM GMBI juga ikut merapat ke lokasi.

 

Kan ada tuh dua ormas di situ. Jadi pemicu awalnya memang dari PP-nya menduduki di situ, sedangkan secara tersirat surat ini resmi. Gitu,” kata AR, sumber Radar Lamsel.

 

BACA :  Akses Dua Desa Terendam Banjir

Sementara itu, Kepala KUA Tanjung Bintang, R. Imam Komari, S.Ag mengamini jika buku nikah tersebut belum keluar karena belum bayar. Namun nama pemilik buku tersebut mengaku sudah membayar. Dari sinilah tuntutan dikeluarkan. Imam berpandangan hal itu tak masalah bagi KUA.

 

“Selesaikan akad nikah, selesai. Kita keluarkan buku nikah, sudah beres. Tapi kalau prosedur yang benar, harus ke pengadilan. Harus isbat dulu, kalau enggak mau isbat, kita anggap belum menjalankan suatu pernikahan,” katanya.

 

Imam melanjutkan, audiensi kemarin belum menghasilkan kesepakatan. Mungkin akan dilanjutkan ke Polsek Tanjung Bintang. Barangkali, kata Imam, ada suatu pihak yang mengaitkan hal ini dengan masalah hukum. Tapi bagi KUA, kata Imam, begitu persyaratan dipenuhi, langsung dilaksanakan akad nikah.

 

“Kita buat dua solusi. Pertama kita harus ke pengadilan agama, isbat. Selesai di sana, kita bawa ke sini. Tadi belum ada kesepakatan, jadi kita minta bermusyawarah di desa,” katanya.

BACA :  Akses Dua Desa Terendam Banjir

 

Radar Lamsel menghubungi Kapolres Lamsel, AKBP. Edi Purnomo, S.IK untuk mengonfirmasi kebenaran info bentrokan antara dua ormas, berikut dengan anaka buahnya yang menjadi korban. Namun sayang. Hingga berita ini selesai ditulis, mantan Kapolres Mesuji itu belum memberikan tanggapan apapun.

Begitu pula dengan Ketua LSM GMBI Kabupaten Lampung Selatan, Heri Prasojo. Hingga berita ini selesai ditulis, yang bersangkutan juga belum memberikan statemen apapun. “Sebentar, ya. Nih, masih banyak teman-teman pada ngumpul,” katanya.

 

Terpisah Ketua Pemuda Pancasila Lampung Selatan M. Akyas mengamini bentrok yang melibatkan orms PP. Ia juga menjelaskan petugas kepolisian sudah menahan pelaku tindak kekerasan yang terlibat melukai anggota PP.

 

“ Soal buku nikah, pelaku sudah diamankan kepolisian, polisi meminta agar semua menahan diri untuk menjaga suasana kondusif di tahun politik,” singkatnya melalui pesan whatsapp. (Cw1/red)