Bercita-cita Ingin Jadi Guru BK

2078
Nama: Anindya Pramaisela. Tempat, tanggal lahir: Bandarlampung, 3 Mei 1998. Alamat: Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda. Hobi: Travelling. Makanan dan minuman favorit: Bakso, es jeruk. Orang tua: Muslim (ayah), Harita Shara (ibu). Media sosial: Instagram: anindyaprmsela_

Pengalaman adalah guru terbaik. Kalimat ini menunjukan bahwa pengalaman adalah sebuah jalan untuk membentuk karakter bagi setiap hidup seseorang.

Wajar saja, karena dari pengalaman, seseorang akan mampu belajar untuk menjadi lebih baik dan berkembang. Itulah yang diungkapkan oleh gadis cantik bernama Anindya Pramaisela saat berbincang dengan Radar Lamsel, kemarin.

Belajar dari pengalaman, ternyata gadis yang baru merayakan kelulusan SMA pada tanggal 2 Mei lalu itu memiliki tujuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan ke perguruan tinggi dengan mengambil jurusan Bimbingan Konseling (BK).

“Aku pengen jadi guru BK, biar bisa menangani anak-anak yang bandel dan bermasalah disekolah,” kata Sela.

Gadis berhijab ini mempunyai alasan tersendiri mengapa dirinya ingin mengambil jurusan BK. Menurut Sela, dirinya ingin menjadi sosok yang menjadi penasehat bagi siswa-siswi yang susah diatur sekaligus menjadi pemberi hukuman bagi mereka yang bandel.

“Pokoknya yang buat sekolah itu gaduhlah. Kalau hukumannya yang ringan-ringan aja nanti, sesuai apa yang dia lakuin disekolahnya. Selagi gak terlalu bandel, ya hukumannya yang pantes-pantes aja,” katanya.

Gadis berzodiak Taurus ini mengaku ingin menjadi seorang guru BK karena telah belajar banyak dari pengalaman di masa sekolah. Menurut Sela, guru BK memiliki tugas penting dalam membimbing murid-muridnya agar tidak melakukan hal-hal bisa merugikan diri sendiri, sekolah dan orang lain.

Jika cita-cita menjadi seorang guru BK itu tercapai, gadis bersuku Lampung ini berjanji akan memberikan peringatan keras terhadap murid-murid yang melanggar peraturan di sekolah yang diajar olehnya nanti.

“Kalau jadi guru, aku mau kasih hukuman ringan dan berat. Tapi lihat konsekuensi nya sih, kalau anaknya itu mau berubah kita kasih kesempatan. Ya kalau gak berubah dikeluarin aja, satu orang nakal bisa buat nama baik sekolah rusak sama buat temen temen nya terpengaruh,” tegas Sela dengan. (rnd)