Bersinar Diluar Kelas

545
Yuni Enisya Kusuma Ningrum

KEGIATAN diluar ruangan cenderung dimotori oleh otak kanan. Dengan kelebihan tersebut, Yuni Enisya Kusuma Ningrum (17) remaja asal Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo memilih bersinar diluar kelas.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini kerap mengikuti kegiatan ekstar kulikuler disekolahnya. Yang paling berkesan, kata Eni sapaannya, dalah partisipasinya di ajang olimpiade kebumian salah satu dari 13 cabang sains kompetisi tahunan di kalangan pelajar sekolah.

Alhamdulillah tingkat kabupaten berhasil meraih juara III kemudian melenggang lagi ke tingkat provinsi, ya kalau urusan diluar sekolah saya lebih aktif,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, saat ditemui di SMAN1 Sidomulyo, Kamis (19/10) kemarin

BACA :  Idhamsyah Jabat Ketua MKKS SMA

Gadis generasi 2000an ini mengaku sebaliknya, didalam kelas dirinya justru tak terlalu bersinar. Pasalnya, ada persaingan ketat apalagi kata dia, teman dikelasnya juga aktif dan super sibuk untuk urusan belajar.

“Kalau aku memang dari dulu suka dengan kegiatan yang menantang, Paskibraka misalnya, atletik dan ekskul lainnya yang ada disekolah aku suka,” ujar siswi kelas XII SMANSASI itu.

Pola pikir Eni cenderung menggunakan otak kanan yang anti mainstream makin jelas. Remaja ini berencana tak melanjutkan kuliah usai lulus SMA. Dia mengaku tak mau kuliah tapi ingin mendaftar menjadi Polwan (Polisi Wanita ‘red) . “Kuliahnya nanti saja lah, kerja dulu baru kemudian lanjut kuliah. Begitu sih kalau rencana aku,” ungkapnya.

BACA :  Banyak Resepsi, Pemkab dan Polres Senada

Ketika disinggung soal followers? Remaja berzodiak gemini ini tertawa. Dia mengaku tidak begitu aktif di media social meskipun remaja seusianya cenderung lebih peka terhadap social media.

“Lebih kepada berinteraksi langsung, bukannya anti social ya. Tapi memang nggak hobi sih. Itu tadi aku lebih tertarik kepada kegiatan-kegiatan daripada obrolan-obrolan,” terangnya.

Sebelum menutup perbincangannya, remaja kelahiran 9 Juni 2000 ini mengaku bangga dengan segala pencapaiannya saat ini terlebih dukungan 100 persen dari kedua orangtuanya. “Kalau orang tua sepenuhnya memeberi kebebasan untuk akau memilih langkah demi langkah kedepan,” tutupnya. (ver)