Bertahun Dikeluhkan, Cadong Tak Pernah Ditertibkan DKP

43

SRAGI – Keluhan maraknya pemasangan cadong di jaringan irigasi tambak di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, tidak pernah digubris oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung Selatan.
Padahal pemasangan alat tangkap ikan di jarigan irigasi tersebut selalu dikeluhkan oleh petani tambak. Lantaran menyebabkan saluran air tersumbat.
Sudarto (45) salah satu petani tambak Dusun Sumberjaya, Desa Bandar Agung mengatakan, keluhan yang sudah bertahun-tahun dirasakan petani tambak tersebut tidak pernah di indahkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Selatan.
Pemasangan cadong di jaringan irigasi tambak yang masih marak, tidak pernah ditertibkan oleh dinas yang membidangi budidaya perikanan tersebut.
“Masih banyak, Bang. Di Dusun Sumberjaya ini masih ada belasan bakhan puluhan cadong yang terpasang di jaringan irigasi tambak masyarakat,” ujar Sudarto memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, Senin (28/9) kemarin.
Padahal, kata Sudarto, pemasangan perangkap ikan berupa jaring rapat yang dibentangkan di saluran irigasi tambak ini selalu menjadi kendala setiap musim kemarau tiba. Pasokan air menjadi tersumbat lantaran terhalang sampah yang menumpuk di cadong.
“Enggak kenal musim masangnya. Tapi yang jadi kendala kalau sudah musim kemarau, petani susah dapat pasokan air karena saluran irigasinya tersumbat cadong ini,” terangnya.
Hal senada juga diutarakan oleh Madi (40) salah satu petani tambak Dusun Kualajaya, kendala itu juga dirasakan oleh petani tambak Dusun Kualajaya. Terutama bagi petani tambak yang memiliki lahan yang jauh dari sumber air.
“Kita yang punya lahan tambak yang jauh dari laut atau sangai yang selalu kena imbasnya. Sulit dapat air karena saluran irigasinya dipasangi cadong. Kita petani mau menegur pemilik cadong merasa enggak enak, karena mereka juga cari nafkah,” tuturnya.
Pemasangan cadong ini, juga menjadi salah satu penyebab pendangkalan di saluran irigasi, karena kerap menyebabkan pengendapan lumpur. Madi juga mengharapkan Dinas Kelautan dan Perikanan dapat melakukan normalisasi di jaringan irigasi tambak.
“Harapan kami ada normalisasi. Sebab setiap musim kemarau kita enggak bisa sebar benih, pasokan air tidak ada karena jaringan irigasi sudah banyak yang mengalami pendangkalan,” harapnya. (vid)

BACA :  Petambak Dikepung Mendung