Biaya Kecil, Prospek Usaha Budidaya Jamur Tiram Menjanjikan

2182

SRAGI – Usaha budidaya jamur tiram memiliki prospek bagus dan sangat menjanjikan. Manfatnya selain baik bagi kesehatan juga dapat dimasak dengan berbagai varian menu masakan yang nikmat.
Usaha budidaya jamur tiram sangat menjanjikan karena cara budidaya yang cukup sederhana dan permintaan pasar cukup tinggi.
Romi (30), pembudidaya jamur tiram di Dusun Sidomuncul, Desa Sumber Agung, Kecamatan Sragi mengaku, dalam satu hari mampu menghasilkan 5 sampai 7 kilogram jamur tiram dari 650 beglog jamur tiram yang ada dirak penyimpanan yang terbuat dari bambu.
“Jenis jamur tiram ini cukup nikmat untuk dikonsumsi dan baik bagi kesehatan. Menjalani usaha jamur tiram ini tidak sulit. Sudah banyak konsumen mengetahui tentang kenikmatannya dan cocok dikombinasikan dengan berbagai varian menu masakan,” kata Romi, saat ditemui dilokasi pembudidaya jamur, Kamis (26/5)
Tingginya permintaan pasar, kata Romi, saat ini dirinya kesulitan untuk memenuhi permintaan pelanggannya. Sebab, permintaan pelanggan yang tinggi untuk jamur tiram ini tidak diimbangi dengan hasil produksi jamur yang dibudidayakan sejak dua tahun terakhir. Menurut Romi, terkendala yang dihadapi saat ini adalah sarana dan prasarana yang masih sederhana.
“Sarana pengukusan log media jamur masih tradisioanal dan terbatas. Hanya memakai media drum-drum berdiameter 120 centi meter dan tinggi 2 meter. Dengan kapasitas 650 log media jamur, guna proses pengukusan,” kata Romi.
Seharusnya, kata Romi lagi, jika sarana pengukusan memiliki kapasitas yang besar otomatis bisa mendongkrak hasil produksi jamur tiram. “Jika kapasitas alat pengukusan besar otomatis hasil produksi jamurpun meningkat dan permintaan pelanggan yang tinggi bisa saya penuhi,” kata Romi.
Pembudidaya jamur tiram Desa Sumber Agung itu berharap usahanaya bisa berkembang dan lebih maju lagi. “Saya berharap ada seorang pengusaha atau pemerintah untuk bisa jadi patner bisnis. Karena prospek usaha ini sangat menjanjikan,” kata Romi.
Terpisah, Kepala UPT Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kecamatan Sragi Rusdi mengatakan, jika didukung dengan sarana dan prasarana yang baik usaha budidaya jamur tiram memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan.
“Selain cara budidaya jamur tiram tergolong mudah, biaya oprasional cukup terjangakau. Disamping itu usaha ini bisa membuka kesempatan kerja kepada warga sekitar sebagai karyawan,” kata Rusdi.
Sementara, hasil produksi 650 log media jamur tiram sebanyak 7 kilogram sehari. Masa panen jamur tiram bisa mencapai tiga bulan. Sedangkan harga jamur tiram dijual Rp 8.000 sampai 12.000 perkilogram. Pemasaran baru merambah kepasar tradisioanl diwilayah, Sragi, Ketapang dan Palas. Kemudian biaya oprasional sarana dana prasarana dari awal sampai produksi sebesar Rp2.325.000.(yan)