BKP dan Satgas Pangan Amankan Daging Kerbau Asal India

697
Ist – Mobil Mitsubishi L300 yang digunakan untuk mengangkut daging dan jeroan kerbau alana asal India yang diamankan Tim Satgas Pangan dan BKP Bakauheni, Senin (15/5) malam.

BAKAUHENI – Balai Karantina Pertanian (BKP) Wilker I Bakauheni bersama Tim Satgas Pangan berhasil menggagalkan penyelundupan daging dan jeroan kerbau alana beku illegal seberat 1,9 ton yang berasal dari daerah Cakung, Jakarta Timur.

Pengiriman daging dan jeroan kerbau alana asal India itu diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan Mitsubishi L300 nomor polisi A 8939 ZA yang dikendarai oleh Tunggal (67) yang pada saat itu hendak menuju pintu keluar Pelabuhan Bakauheni, sekitar pukul 23.00 WIB, Senin (15/5) kemarin.

PPNS BKP Bakauheni Buyung Hardiyanto mengatakan, pengiriman daging dan jeroan kerbau alana tersebut akan dikirim ke daerah Bandarjaya, Lampung Tengah. Kuat dugaan, daging dan jeroan kerbau alana yang berasal dari India itu akan dijual dipasaran.

BACA :  Pembunuh Agung Dihukum 8 Tahun Penjara

“Karena daging ini harganya lebih murah, jelas pemasaran daging ini akan menjadi polemik dan bisa menimbulkan ketidakstabilan terhadap harga daging,” kata Buyung kepada Radar Lamsel, kemarin.

Barang bukti berikut pelaku, lanjut Buyung, sudah diamankan di kantor BKP Wilker Bakauheni dengan bukti surat penahanan barang oleh BKP selama 3 hari. “Selama itu, kita akan terus melanjutkan proses penyelidikan,” katanya.

Ketua Tim Satgas Pangan AKP Rizal Efendi menambahkan, untuk melakukan pengembangan lebih lanjut, Tim Satgas Pangan melakukan penyelidikan bersam PPNS BKP Bakauheni.

“Kita juga berkoordinasi dengan Balai Penyakit Vertiriner Provinsi Lampung untuk melakukan uji lab, untuk mengetahui paparan dan DNA hewan guna melengkapi alat bukti kelanjutan proses penyidikan,” kata Rizal.

BACA :  13 PAC Muslimat NU Lamsel Disumpah

Beradasarkan hasil uji lab, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung menginfokan melalui surat edaran untuk menolak daging beku dari india tersebut.

Tim Satgas Pangan dan BKP, kata Rizal, akan terus melakukan pengawasan terhadap kendaraan-kendaraan yang diduga melakukan pengiriman daging ilegal untuk mencegah terjadinya ketimpangan harga di pasaran. “Anggota harus terus mengawasi setiap pengiriman-pengiriman daging ilegal. Untuk itu, kami akan terus melakukan koordinasi antar instansi dalam menanganai hal-hal seperti ini,” katanya. (rnd)

BAGIKAN