Blanko KTP Dibanderol Rp 75 Ribu ?

162
Ilustrasi Blanko KTP

Disdukcapil: Jangan Percaya!

NATAR – Saat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Lamsel mengumumkan kekosongan blanko KTP Elektronik (KTP-El) dan terpaksa menunda pencetakan 7.000 KTP-El yang telah direkam, sejumlah oknum justru menjanjikan sebaliknya.

Bahkan di media sosial sejumlah akun justru memperjual-belikan blanko KTP El tersebut dengan tarif bervariasi mulai dari Rp 75 ribu hingga Rp 150 ribu. “Stok blanko tinggal empat lagi, silahkan yang ingin mencetak KTP, biayanya Rp 75 ribu,” kata salah satu akun dilaman Facebook.

Padahal sebelumnya, Kepala Disdukcapil Lamsel Edy Firnandi mengatakan kekosongan blanko telah terjadi sejak beberapa waktu yang lalu, bahlan 7.000 warga yang sudah melakukan perekaman harus tertunda pencetakannya. “Kalau ada oknum yang menawarkan jasa-jasa seperti itu, harap jangan dipercaya. Sebab di Disdukcapil benar-benar telah habis,” katanya.

BACA :  Diskusi Pemuda Jamaah Muslimin Tetap Patuhi Prokes

Hal itu juga ditambahkan Kabid Kependudukan Idramirsyah yang memastikan blangko KTP Elektronik itu memang belum ada. “Belum ada blankonya, saya tidak tahu jika ada oknum yang menjanjikan itu dapat dari mana,” tuturnya.

Kemudian sambung dia, Disdukcapil Lamsel juga tidak pernah meminta tarif serupiahpun untuk pembuatan dokumen kependudukan. “Tidak hanya KTP, tetapi seluruh dokumen kependudukan tidak dipungut biaya pembuatannya,” tegas dia.

BACA :  Warga Minta Baliho Paslon dan Bapaslon Ditertibkan

Disisi lain, Warga Dusun Muhajirun, Desa Negara Ratu Abidatusyarifah (26) menilai pihak Disdukcapil terlalu lambat dalam merespon bahkan memohon kepada Dirjen Kependudukan di Kemendagri sehingga blanko KTP selalu kosong. “Harusnya kan disinkronkan dong, berapa yang merekam dan berapa permohonan blanko,” keluhnya.

Ia mengaku telah lima bulan menggunakan Surat Keterangan (Suket) sebagai pengganti KTP Elektronik tersebut. “Saya saja sudah lima bulan menggunakan Suket, harusnya kan yang seperti saya sudah dapat blanko,” pungkasnya. (Kms)