Bocah Bersisik Pengidap Psoriasis Mulai Jalani Pengobatan

694
Veridial – Nia (6) bocah pengidap psoriasis vulgaris asal Desa Banjarsuri mulai ditangani oleh dokter Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, Rabu (12/7) kemarin.

SIDOMULYO – Nia (6), bocah asal Dusun Peninjauan, Desa Banjarsuri, Kecamatan Sidomulyo mulai jalani pengobatan tahap awal di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, Rabu (12) kemarin.

Diketahui Puteri ketiga dari pasangan Mawi (42) dan Sani (38) ini sudah mengidap psoriasis vulgaris sejak masih bayi. Hingga usianya menginjak enam tahun penyakit kulit kronis tersebut perlahan menggerogoti tubuh bocah malang itu.

Kepala Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo, dr. Rocky Sihombing mengatakan, mulai hari ini (Rabu’red) Nia sudah mulai ditangani dokter PRI Sidomulyo. Ini sebagai penanganan awal sebelum ditangani oleh dokter spesialis kulit.

“Tim medis PRI menjemput Nia dirumahnya dengan menggunakan ambulance, karena akses dari rumahnya menuju Puskes cukup jauh,” kata Rocky usai melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Nia, kemarin.

BACA :  BPJSTK Panwascam juga Disetop

Rocky menuturkan, kondisi Nia akibat terjangkit psoriasis selama enam tahun cukup riskan. Sebab jika tidak segera ditangani penyakit ini akan terus mengeluarkan rasa sakit disertai gatal-gatal disekujur tubuhnya.

“Karena Nia sudah terjangkit dari kecil, sejatinya yang diserang adalah ketahan tubuhnya. Meski mengonsumsi obat penyakit ini kerap kambuh pada waktu-waktu tertentu,” terangnya.

Penyembuhan terhadap bicah bersisik akibat pengelupasan kulit itu sambung Rocky bakal memakan waktu lama. Namun masih ada kemungkinan untuk Nia bisa ceria kembali dengan anak-anak seusianya.

“Mesti ditangani dokter spesialis untuk mencapai target kesembuhan yang diinginkan, kalau tidak ya psoriasis akan terus menggerogoti sekujur tubuhnya,” katanya lagi.

BACA :  KAYA SEMARANG

Pantauan Radar Lamsel di PRI Sidomulyo, Nia didampingi kedua orang tuanya yakni Mawi dan Sani saat melakukan pengecekan kondisi kesehatan. Nia terlihat menangis dan menjerit sekeras-kerasnya saat dokter memeriksa sekujur tubuhnya.

Sani ibu kandung Nia berharap pengobatan yang didapat anaknya sebagai awal kesembuhan. Sebab selama ini kata Sani pertumbuhan buah hatinya itu terhambat untuk ukuran anak seusianya. “Mungkin karena konsumsi obat, tubuh Nia sedikit berbeda dari anak-anak sebayanya. Padahal tahun ini Nia sudah bisa masuk Sekolah Dasar,” tandasnya. (ver)