Bongkar Pintu Air Tambahan!

137
David Zulkarnain – Bendungan Pusingan, Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi yang dilakukan penambahan pintu air oleh Gapoktan Karya Makur, Selasa (19/11).

SRAGI – Penambahan pintu air di Bendungan Dusun Pusingan, Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi hingga kini masih mengundang kekhawatiran warga  karena dinilai menjadi pemicu banjir.

          Meski Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Makmur  sudah melakukan upaya pembongkaran, namun upaya itu belum berhasil sepenuhnya. Karena tambahan pintu yang terpasang pada empat pintu air saat ini dalam kondisi tergenang air.

          Aziz salah satu tokoh masyarakat juga telah mengamini bahwa penabahan pintu air yang dilakukan petani sebagai upaya untuk menahan masuknya air asin itu sudah dibongkar. Namun pembongkaran yang dilakukan hanya sebatas permukaan air bendungan.

          “Iya, lima hari yang lalu sudah dibongkar oleh gapoktan, tapi  yang dibongkar hanya sebatas permukaan air. Belum semuanya,” kata Aziz kepada Radar Lamsel, Selasa (19/11).

BACA :  Sumbersari Tingkatkan Sarana Pendidikan, Kesehatan dan Jalan

          Aziz mengatakan, pembongkaran yang dilakukan oleh gapoktan itu dinilai belum maskimal. Pasalnya pembongkaran yang dilakukan baru separuh pintu air sehingga masih bisa menjadi pemicu banjir.

          “Kalau hanya sebatas permukaan air, artinya pembongkaran baru separuh belum semuanya. Sementara masyarakat mengharapkan pintu air itu dibongkar keseluruhan sehingga tidak menjadi pemicu banjir,” paparnya.
          Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penguji Konstruksi dan Bangunan (PKB) Kecamatan Sragi – Ketapang, Hairul Efendi mengungkapkan, penambahan pintu air tersebut dinilai telah menyalahi aturan. Pasalnya, pintu air tersebut dibangun sudah sesungai dengan kodisi wilayah.

          “Pemasangan tambahan pintu air ini juga tidak ada konfirmasi kepada kami. Seharusnya penambahan pintu air ini tidak perlu dilakukan karena saluran irigasi tersebut dibuat sesuai kebutuhan yang dilengkapi pintu pembuangan air asin,” terangnya.

BACA :  Petambak Swadaya Normalisasi Parit

          Hairul mengharapkan, Gapoktan Karya Makmur dapat melakukan pembongkaran karena penambahan pintu air tersebut dikhawatirkan dapat menjadi pemicu banjir.

          “Harapan kami pintu air ini dapat dibongkar semua, masyarakat juga sudah ada yang melapor kepada kami. Jika tidak dibongkar masalah ini akan kami teruskan ke pihak Balai Besar Wilayah Sungai  Mesuji Sekampung,” harapnya.

          Sementara itu Ketua Gapoktan Karya Makmur Wanto menjelaskan, pada empat pintu air tersebut dilakukan penambahan pintu setinggi 120 senti meter. Dimana saat ini sudah dibongkar setinggi 60 senti meter.

          “Baru separu yang dibongkar. Karena pada pelaksanaan pintu tambahan tersebut tergenang air sehingga sulit dibongkar. Pembongkaran akan kami lanjutkan ketika air sudah mengering,” pungkasnya. (vid)