BP2RD Tunggu Sampai 30 Januari

398
Ilustrasi

UPBU Belum Bisa Pastikan

NATAR – Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Radin Inten II masih menunggu kesiapan pihak Wajib Pajak (WP) untuk bisa bertemu dengan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Lampung Selatan. Hal itu disampaikan Kepala Sub Bagian TU UPBU Radin Inten II, Triyono kepada Radar Lamsel, Minggu (27/1).

Menurutnya, semua WP yang ada di Bandara Radin Inten II (Branti) tidak akan keberatan dengan penarikan pajak daerah tersebut.  “Apalagi kan memang amanah undang-undang,” ujarnya.

BACA :  Dua Perusahaan Berbagi CSR di Banjarnegeri

Ia menjelaskan, tiga sektor yang menjadi target BP2RD Lamsel tersebut adalah sektor parkir, restoran dan reklame. “Selama ini kami tidak tahu bagaimana pembayaran pajaknya. Kami hanya sebagai pemilik tempat menyewakan kepada pengusaha,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Pengawas Internal (SPI) UPBU Radin Inten Yoga mendukung rencana tersebut. Namun pihaknya belum bisa memastikan pertemuan kedua belah pihak. “Ya besok (Hari ini’red) akan kita bahas, yang jelas secepatnya,” tegasnya.

Disisi lain, BP2RD Lamsel mengaku akan menunggu hingga 30 Januari 2019 mendatang. Sebab hal itu sudah menjadi kesepakatan antara BP2RD dengan pihak UPBU. “Kita tunggu sampai 30 Januari 2019 nanti, sejauh ini belum ada kabar,” ucapnya.

BACA :  Belasan Juta Daftar Regular, Sartipikat Malah Terbit Lewat PTSL

Jika berjalan lancar, BP2RD menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tiga sektor pajak di Branti bisa mencapai Rp 1 Milyar lebih pertahunnya. “Tahun 2017 pendapatan parkir mencapai Rp 400 juta, sekarang mungkin bisa lebih. belum lagi dari restoran dan reklame sehingga wajar jika kita menargetkan PAD Rp 1 Milyar,” pungkasnya. (CW1)