BPBD Bunyikan Alarm Waspada Bencana !

509
Kepala BPBD Lamsel Drs. H. M. Darmawan, MM

KALIANDA – Cuaca ekstrem tengah melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Lampung Selatan beberapa hari terakhir. Selain hujan lebat yang hampir terjadi setiap hari, angin yang berhembus cukup kencang juga harus diwaspadai oleh masyarakat di Bumi Khagom Mufakat ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel memperkirakan cuaca ekstrem bakal terjadi hingga akhir Bulan Januari 2018, mendatang. Bahkan, hujan deras disertai angin kencang ini berpotensi angin puting beliung di seluruh kecamatan.

“Seluruh kecamatan berpotensi terjadinya angin puting beliung. Kami telah berkoordinasi dengan BMKG Provinsi Lampung, diperkirakan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin bakal terus terjadi di bulan ini,” ujar Kepala BPBD Lamsel Drs. M. Darmawan, MM melalui sambungan telepon, Senin (15/1) kemarin.

BACA :  Warga Desa Canggu Tewas Disambar Petir

BPBD, imbuhnya, masih menyiagakan 80 personil termasuk peralatan bencana untuk mengantisipasi kemungkinan bencana yang bisa terjadi. “Peralatan mulai dari tenda darurat, perahu karet, mobil serba guna dan lainnya telah kami persiapkan untuk mengantisipasi adanya bencana pada cuaca ekstrem ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, BPBD saat ini tengah berkoordinasi dengan Bidang Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Lamsel untuk memotong sejumlah pepohonan yang berada di jantung Kota Kalianda.

Itu dilakukan untuk memperkecil kemungkinan pohon tumbang yang bisa menyebabkan masyarakat pengguna jalan yang melintas terkena musibah.

“Kami sudah koordinasikan dengan bagian pertamanan. Karena, memang banyak pepohonan sebagai paru-paru kota mulai rimbun dan menutup jalan. Itu sangat berbahaya apabila diterpa angin kencang bisa roboh,” lanjutnya.

BACA :  PPK dan PPS Dinonaktifkan, Honor Maret Tetap Cair

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menebang pohon besar yang berada di sekitar rumah. Itu untuk meminimalisir pohon tumbang dan memungkinkan menimpa rumah tinggal warga.

“Langkah pencegahan terus kita upayakan. Kami juga meminta kepada desa siaga bencana untuk terus bergerak dan mencari informasi apabila terjadi suatu bencana. Lebih baik kita mencegah daripada mengobati,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan lintas sektor juga telah siap siaga memberikan pertolongan jika terjadi suatu bencana. “Selain TRC, petugas kecamatan juga sudah kami koordinasikan agar langsung memberikan informasi jika terjadi suatu bencana,” pungkasnya. (idh)