BPBD Siaga Hadapi Banjir

66
Ist - Warga sudah mulai mengevakuasi barang-barang berharga miliknya.

NATAR – Sepekan lebih warga Dusun Citerep, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar terendam banjir. Lokasinya tepat didekat SMK Wiyata Karya, penduduk disana masih meratapi kebanjiran yang tak kunjung surut.

Sebanyak 13 rumah yang terendam dikabarkan ketinggian air sepaha orang dewasa. Bahkan ketinggian sempat menyamai tinggi pinggang orang dewasa.

Pantauan Radar Lamsel, Senin (6/1) sejumlah warga yang memiliki rumah dilingkungan itu sudah mengevakuasi barang-barang miliknya ke lokasi yang tidak banjir, namun bukan ke tempat pengungsian melainkan ke rumah keluarga mereka masing-masing.

Salah seorang warga mengaku sudah pasrah dengan kondisi yang mereka alami saat ini dan berharap Pemerintah Kabupaten Lamsel bisa mencarikan solusi terbaik. “Tahun ini yang paling parah, tahun-tahun sebelumnya banjir juga tetapi tidak sampai separah ini,” ungkap Khaerudin (48) kepada Radar Lamsel, Senin (6/1).

Menurutnya, letak rumah miliknya dan 12 rumah lainnya memang berada dibawah jalan dan disekelilingnya tidak ada pembuangan. “Memang tidak ada pembuangan air, kami berharap ada solusinya, karena jujur kami sudah bingung,” kata dia.

BACA :  Dishub Sterilisasi Angkot Natar

Sementara itu, Kades Merak Batin Aldin mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung sejak penghujung 2019 lalu tepatnya pada 29,30 dan 31 Desember. “Menurut warga dulunya kalau banjir langsung turun airnya, tetapi sekarang ngendap dan hujan terus menerus membuat genangan air terus bertambah,” imbuhnya.

Aldin menjelaskan, sebelum ada bangunan rumah dilingkungan tersebut merupakan perkebunan pribadi milik warga dan memang berdampingan dengan kawasan PTPN 7. “Solusinya memang harus ada drainase tetapi bingung juga pembuangannya kemana,” ucapnya.

Disisi lain, Camat Natar Eko Irawan menjelaskan pihaknya telah berkoodinasi dengan BPBD dan Dinas PU Lamsel untuk memecahkan persoalan tersebut. “Iya mudah-mudahan ada solusinya,” tuturnya.

Terpisah, Kabid Penagggulangan Bencana BPBD Lamsel Affendi menuturkan letak TKP Merak Batin yang terendam banjir merupakan dataran cekung. Sehingga air yang datang sulit teralihkan.

“ Memang TKP khusus Merak Batin itu cekung sehingga menyulitkan air untuk dialirkan. Kami juga sudah pantau kesana dan memberi bantuan logistik kepada para korban yang rumahnya masih direndam banjir,” ujar Affendi dihubungi tadi malam.

BACA :  Satu Pleton TNI dan Aparat Desa Semprot Disinfektan

Mantan Camat Sidomulyo ini menegaskan pihaknya juga tengah memetakan titik rawan banjir yang tersebar di Lamsel. Hanya saja, tingkat kerawanan lokasi yang ada di Lamsel bersifat kontemporer dan sulit di prediksi. Karenanya BPBD pada tahun ini sedang menyusun pengkajian kontigensi renkon banjir sebagai langkah antisipatif.

“ Maka tahun ini kami sedang mengkaji dan menyiapkan, siapa berbuat apa. BPBD bertugas menyambungkan koordinasi lini perlini dari instansi ke instansi agar semua berperan sesuai tupoksinya. Terlepas dari segala kerawanan kami BPBD juga siaga dengan semua itu,” jelasnya.

Affendi juga mewanti sekjumlah titik rawan banjir seperti di Tarahan, Talang Baru dan wilayah rawan lainnya untuk tetap siaga. Mengingat puncak cuaca ekstrem kemungkinan masih berlangsung hingga Maret mendatang.

“ Untuk itu BPBD bersama dengan dinas lain seperti PUPR, Perkim, Sosial dan Kesehatan berkoordinasi intens sebab satu waktu kesiapan menghadapi bencana tak dapat di prediksi namun kita dituntut siaga,” pungkasnya. (kms/ver)