Budidaya Udang Terpuruk, Petambak Nyambi Cari Kerang

125
David Zulkarnain – Oca (57) salah satu pembudidaya tambak udang vaname desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi yang beralih profesi mencari kerang hijau di Sungai Sekampung, Selasa (29/10).

SRAGI – Kekeringan masih yang melanda wilayah Desa Badar Agung, Kecamatan Sragi membuat sebagian besar aktivitas budidaya udang masyarakat semakin terpuruk.

          Namun keberadaan Sungai Sekampung seolah menjadi berkah ditengah terpuruknya usaha budidaya udang. Sejumlah masyarakat yang berprofesi pembudidaya udang vaneme beralih mencari kerang hijau di Sungai Sekampung untuk menyambung hidup.

          Oca (57) salah satu pembudiya udang vaname mengaku, kemarau yang sudah berlangsung selama lima bulan terahir membuat aktivitas budidaya udang terhenti total. Yang mebuat dirinya baralih mata pencaharian menjadi pencari kerang hijau di Sungai Sekampung.

          “Pekerjaan ini terpaksa saya lakukan karena usaha tambak enggak bisa jalan. Musim kemarau membuat petambak sulit untuk mendapatkan pasokan air,” kata Oca kepada Radar Lamsel, Selasa (29/10).

BACA :  Petambak Dikepung Mendung

          Oca mengatakan, paparan air asin membuat kerang hijau banyak berkembang biak di Dasar Sungai Sekampung. Meski sukar dilakukan karena harus menyelam di kedalam enam meter, lanjut Oca, berburu kerang hijau ini terpaksa dilakoni sebagian pembudidaya tambak untuk menyambung hidup selama musim  kemarau.

          “Kadang sekali berangkat satu atau dua orang menyewa perahu untuk mencari kerang. Meskipun sulit karena enggak biasa nyelam pekerjaan ini terpaksa diambil karena tak ada sumber pendapatan lain,” terangnya.

BACA :  Hilang Kendali, Mobil Patwal Tabrak Dua Motor

          Pekerjaan sambilan di musim kemarau ini juga dilakukan oleh Epi (50). Meski tidak begitu mendatangkan keuntungan yang menggiurkan namun pekerjaan sambilan ini dirasa mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup.

          Pekerjaan berburu kerang hijau di dasar Sungai Sekampung ini sudah dilakukan Epi sejal dua pekan terahir. Dalam sehari Epi mengaku mampu memperoleh 15-20 kilo gram kerang hijau yang dijual dengan harga Rp 15.000 perkilogram.

          “Hasilnya lumayan cukup untuk menyambung hidup selama kemarau ini. Kegiatan ini saya lakukan sambil menunggu musim hujan datang sehingga bisa ke usaha tambak lagi,” pungkasnya. (vid)