Bulog Klaim Stok Beras Aman untuk 14 Bulan

485

KALIANDA – Kantor Seksi Urusan Logistik (Kansilog) Badan Urusan Logistik (Bulog) Lampung Selatan mengklaim stok beras di Lamsel dipastikan aman jelang akhir tahun 2018.

Tak hanya di Lamsel saja, meski terlibat secara langsung dengan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) stok hingga 14 bulan mendatang dipastikan aman untuk wilayah Lampung.

Kepala Kansilog Lamsel Suzana mengatakan, saat ini gudang Bulog yang ada di Lamsel menampung sekitar 2000 ton lebih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lamsel. Stok itu dirasa tak akan mengalami defisit dalam waktu dekat.

“ Stok kita aman saat ini sekitar 2000 ton lebih kita sediakan untuk kabupaten ini. Bahkan untuk wilayah Lampung sendiri Bulog memastikan aman hingga 14 bulan mendatang,” ujar Suzana kepada Radar di lingkungan Pemkab Lamsel, Selasa (13/11).

BACA :  Sensus Penduduk Online, BPS Targetkan 17,8 Persen di Lamsel

Pihaknya lanjut Suzana memastikan keterlibatan Bulog dalam menyuplai beras untuk memenuhi kebutuhan BPNT tak akan mengganggu. Sebab per November 2018 kata dia sudah tidak ada penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) secara manual seperti yang sudah-sudah.

“ Karena per November sudah tak ada Bansos maka keterlibatan Bulog di program BPNT tidak akan mengganggu stok karena BPNT tidak hanya menawarkan beras saja akan tetapi bervariatif, selain beras ada telur yang ditawarkan BPNT,” ujarnya.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang logistik dan pangan itu menerangkan secara droping stok yang dimiliki Bulog terbilang aman. Kalaupun terdapat kekurangan di satu Kansilog kata Suzana dapat dibantu droping oleh Kansilog lainnya.

BACA :  Diduga Begal, Dua Pemuda Dihajar Massa

“ Sehingga stok yang ada dipastikan aman, karena sistemnya ketika ada Kansilog yang butuh suplay saat terjadi defisit maka Kansilog lain dapat membantu,” urainya.

Disinggung soal beras apa yang bakal digunakan saat trnasformasi Rastra menjadi BPNT? Suzana belum dapat memastikan beras jenis apa yang akan digunakan di Lamsel. Sebab keputusan penetapan itu sambungnya tidak berada di Bulog melainkan berada di Dinas Sosial.

“ Soal beras yang akan dipakai BPNT belum ditetapkan apakah akan menggunakan beras premium atau medium. Kalau mengacu pada Rp 110.000 per bulan untuk masing-masing KPM bisa saja BPNT memakai beras premium yang saat ini berkisar antara Rp 12.000 – 12.500 per kilogramnya,” tandasnya. (ver)

BAGIKAN