Bulog : Tahun ini Raskin Digratiskan

645

KALIANDA –Kabar gembira bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Lampung Selatan. Mulai tahun 2018 ini pemerintah pusat menggratiskan bantuan beras untuk warga miskin (Raskin).

Dengan adanya informasi tersebut tersebut, maka warga kurang mampu yang mendapatkan jatah raskin tidak perlu lagi harus bersusah payah mencari dana untuk menebus jatah raskin ke petugas penyaluran raskin di masing-masing lingkungan tempat tinggalnya.

Kepala Bulog Kansilog Kalianda Riki Pebriady mengaku, informasi mengenai penggratisan raskin bagi masyarakat kurang mampu ini memang benar, namun info tersebut diterima pihaknya baru secara lisan.

“Kalau secara tertulis memang belum ada suratnya mas, baru sebatas pemberitahuan lisan saja yang kami peroleh dari pihak kementerian sosial (Kemensos RI). Meski pemberlakukannya dimulai Januari 2018 namun kami belum bisa menyalurkan raskin gratis tersebut sebelum diterimanya surat resmi dari Kemensos,” ujar Riki saat dihubungi Radar Lamsel melalui sambungan telepon, Minggu (14/1) siang kemarin.

BACA :  Rawan Berstatus Zona Merah

Riki mengungkapkan, untuk pembagian raskin secara gratis ini masing-masing kepala keluarga (KK) akan mendapatkan jatah sebanyak 10 kilogram. Menurutnya, jumlah tersebut berkurang dari jatah raskin yang pernah diterima oleh warga pada tahun-tahun sebelumnya.

“Jatahnya berasnya dikurangi. Sebelumnya masing-masing KK mendapatkan jatah raskin 15 kg, namun untuk tahun ini berkurang menjadi 10 kg. Kerena sudah digratiskan dan warga tidak perlu menebus lagi,” ungkapnya.

BACA :  Bisa Nyoblos Tanpa KTP Asal Masuk DPT

Dijelaskannya, untuk pembagian raskin tahun 2018 ini pihaknya bekerjasama dengan Dinas Sosial Pemkab Lamsel. Dan untuk realisasinya saat ini pihaknya masih menuggu intruksi dari Bulog pusat sekaligus menunggu surat resmi dari Kementerian Sosial RI.

“Kami masih menunggu intruksi untuk penyalurannya. Dan untuk jumlah keluarga penerima manfaaat program raskin di Kabupaten Lamsel tahun 2018 ini semuanya masih sama dengan data tahun 2017 yakni sebanyak 79.894 rumah tangga sasaran (RTS),” pungkasnya. (iwn)