Bumil, Balita dan Lansia Bisa Cek ke Puskesdes

43
Rifky - Para pelanggar AKB-M2PA di area Pasar Tanjung Bintang diberi efek jera berupa push-up, Rabu (16/9).

Ketika Pemeriksaan Rutin Dihadang Pandemi

 

TANJUNG BINTANG – Akibat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), pengadaan Posyandu balita dan lansia serta kelas ibu hamil di Desa Sindangsari, Kecamatan Tanjung Bintang hanya diadakan duakali dalam setahun.

 

Sebelum adanya pandemi, kegiatan itu dilaksanakan setiap bulan. Agar tidak berpotensi menjadi penyebaran Covid-19, kegiatan tersebut hanya dilaksanakan satu kali dalam waktu enam bulan.

 

“Sebenernya harusnya setiap sebulan sekali, karena kita ada pandemi kita tidak boleh mengumpulkan masa jadi terkadang hanya kita laksanakan enam bulan sekali, penjaringan saja,” Kata Bidan Desa Sindangsari, Eka Wijayanti kepada Radar Lamsel, Rabu (16/9).

 

Untuk menghindari kerumunan, pemeriksaan perkembangan terhadap ibu hamil dan balita juga kesehatan lansia bisa dilakukan di Puskesdes setempat. Sebab, pemeriksaan terhadap perkembangan ibu hamil sangatlah penting dilakukan.

BACA :  1.120 Warga Tanjung Bintang Terima Kartu BPNT

 

“Kegiatan ini sangat penting dilakukan. Kalau kelas ibu hamil dia untuk penjaringan, jadi kita bisa tahu ibu-ibu hamil yang beresiko tinggi. Kalau sudah tahu beresiko dari sekarang kita bisa rujuk ke rumah sakit,” Pungkasnya.

 

“Sedangkan kalau lansia lebih untuk mendeteksi penyakit, kemungkinan ada penyakit menahun apa mungkin ada lansia yang beresiko bisa kita rujuk juga. Kita mengecek tensi darah juga berat badan sama keluhan dari lansia nya. Kalau memang ada kita juga menyediakan obat,” Imbuhnya.

BACA :  Dua Kecamatan Deklarasi Pilkada Damai

 

Meskipun hanya diadakan enam bulan sekali, kegiatan tersebut tetap mengutarakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. “Protokol kesehatan tetap kita laksanakan ya seperti memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak,” Paparnya.

 

Disisi lain, Kepala Desa (Kades) Sindangsari, M. Rapkan menilai kegiatan tersebut memang amat penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan ibu hamil, kesehatan balita juga lansia di desa itu.

 

“Semoga dengan adanya kegiatan ini para ibu hamil bisa sehat, yang beresiko bisa terdeteksi dari awal tentunya untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Saya harap ibu hamil, balita maupun bisa terpantau dengan baik,” Tuturnya.(cw1)