Bupati Dendi : MUI Miliki Peran Bangun Karakter Bangsa

367

GEDONGTATAAN – Kehadiran Majelis Ulama Indonesia (MUI) ditengah-tengah masyarakat diharapkan dapat menangkal pengaruh negatif yang menyebabkan terkikisnya akidah dan akhlak.

Sebab saat ini prilaku masyarakat dinilai cenderung berubah kearah yang tidak terfikirkan sebelumnya yang berakibat pada terkikisnya persatuan dan kesatuan antar umat beragama.

“Kita bersama-sama haru menangkal doktrin-doktrin negatif yang masuk dan saya berharap kepada MUI untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam menjalankan program-programnya,” ujar Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona saat menghadiri acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Anwar) MUI dan Komunitas Da’i Kamtibmas Kabupaten Pesawaran masa khidmat 2018-2023 di GSG Pemkab setempat, Kamis (18/10).

Dikatakan Bupati, peran MUI sangat strategis dalam membangun karakter bangsa dalam dunia semodern apapun, peran, fungsi serta tanggungjawab para ulama menurutnya tidak pernah tergantikan. Sebab di pundak mereka pembangunan moral dan etika ditentukan ketika peran itu mulai surut dan beralih perhatian ke masalah-masalah yang lebih pragmatis dan mendatangkan keuntungan jangka pendek.

BACA :  Pemkab Pesawaran Anggarkan Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Tanjung Kerta

Setelah dikukuhkannya para pengurus MUI, lanjut Bupati, banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, ditindaklanjuti dan dilakukan oleh MUI Kabupaten Pesawaran selaku Ulama dengan senantiasa bersinergi dengan Jajaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran selaku Umara.

“Keberadaan ulama dan umara tak ubahnya dua mata uang yang tidak terpisahkan, antara satu sisi dengan sisi lain saling melengkapi. Untuk itulah pentingnya kesamaan pandangan dan persepsi antara ulama dan umara dalam menyikapi permasalahan umat,” jelasnya.

Disamping itu, menghadapi perkembangan teknologi informasi yang demikian pesatnya yang ternyata banyak digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan menyebarkan informasi-informasi yang tidak jelas kebenarannya dan cenderung mengadu domba antar kelompok masyarakat dan tentunya dapat mengancam Kesatuan dan Persatun Bangsa, ditambahkanya bahwa para ulama tidak boleh tinggal diam, apalagi bersikap apatis terhadap kondisi dan fenomena yang berlangsung di masyarakat tersebut.

BACA :  Satlantas Polres Pesawaran Lakukan Asistensi Kampung Tertib Lalu Lintas

“Ulama harus berdiri paling depan dalam menyuarakan kebenaran dan mencegah kerusakan di masyarakat. Ulama memiliki tanggungjawab moral yang tidak hanya mencakup masalah ibadah, tetapi juga termasuk kemaslahatan di dunia, yaitu menyangkut hubungan sosial yang lebih luas. Peran MUI tidak saja berperan menjaga moral bangsa dan etika keberagaman, tetapi sekaligus berfungsi untuk mencerahkan, mencerdaskan dan membimbing umat dengan ajaran dan nilai-nilai Islam,” tandasnya. (Rus)

BAGIKAN