Bupati Dendi : Tanaman Kakao Perlu Teknologi Tepat Guna

315
Ilustrasi Kakoa
GEDONGTATAAN – Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyerahkan sebanyak 25 ribu bantuan bibit kakao bagi para petani yang berada di tiga kecamatan. Bantuan tersebut merupakan hibah dari PTPN 7 Wayberulu kepada para kelompok-kelompok tani yang aktif.

Diketahui, bantuan yang diberikan adalah varietas unggul yaitu jenis bibit hybrida F1 yang memang masih dalam tahap pengembangan oleh PTP dengan rincian 10.000 batang di Desa Bubu Batu Kecamatan Way khilau, 5000 batang di Desa Mulyo Sari Kecamatan Way Ratai, 5000 batang di Desa Ceringin Asri Kecamatan Way Ratai dan 5000 batang di Desa Banjaran Kecamatan Padang Cermin.

Dalam sambutanya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengapresiasi adanya penyerahan bantuan bibit kakao tersebut. Dimana menurutnya bantuan tersebut sebagai bentuk pola rehabilitasi tanaman kakao ditengah para petani kakao Pesawaran meskipun terbilang stabil namun produksi kakao Pesawaran perlu dilakukan peremajaan. 

BACA :  KPU Simulasikan Pemungutan Suara Dengan Protokol Kesehatan

“Memang tanaman kakao ini butuh peremajaan dan harus ada teknologi tepat guna baru, agar hasilnya berkualitas dan kuantitasnya pun bertambah, apalagi saat ini cuaca tidak menentu banyak penyakit, makanya tanaman kakao ini kita coba untuk intensifikasi, dan hasil kakao kita sejauh ini masih masuk ambang batas ini terlihat pada tahun 2018, produksi kakao kita sebanyak 30 ribu ton,” kata Dendi pada kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Wiyono Kecamatan Gedongtataan, akhir pekan lalu.

BACA :  Pesawaran Sandang Status Zona Merah Covid-19

Menurut Bupati, pihaknya juga sangat ingin tanaman kakao menjadi komoditi di Kabupaten Pesawaran. 

 
“Karena kalau tidak kita sentuh kakao ini bisa punah, karena akan diganti oleh petani kepada tanaman yang lebih menguntungkan,” jelasnya.

Disamping itu, ia menyampaikan bahwa pemerintah juga saat ini masih berupaya untuk menjaga kestabilan harga kakao ditengah petani yakni salah satunya menghadirkan perusahaan daerah yang membidangi sektor tanaman tersebut. 

 
“Pemkab pesawaran sekarang sudah punya Perusahaan Daerah, yang bertujuan untuk memprotensi harga kakao, tapi memang pemkab masih mencari sistem agar petani kakao bisa tambah sejahtera,” tandasnya. (Esn)