Bupati Redam Amarah Warga

1032
Randi Pratama – Bupati Lamsel Dr. Hi. Zainudin Hasan, M.Hum (paling kiri) bersama forkompinda mengunjungi kediaman almarhum Randi Hayatullah (23), Senin (15/5) malam.

Zainudin Janji Monitor Kasus Pembunuhan, Sambangi Rumah Korban dan Berikan Santunan

KALIANDA –  Hiburan malam organ tunggal memakan korban. Randi Hayatullah (23) warga Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda tewas saat terjadi kerusuhan saat hiburan organtunggal di Desa Taman Agung, Kecamatan Kalianda, Jumat malam (12/5).

Kematian korban menyisakan luka yang mendalam. Karena merasa tidak terima anggota keluarganya meninggal, sejumlah warga Desa Tajimalela mendatangi Desa Tamanagung untuk mencari pelaku yang belum tertangkap, sekitar pukul 19.45 WIB, Senin malam (15/5).

Beruntung aksi warga Desa Tajimalela itu dapat diatasi petugas kepolisian. Aparat kepolisian bergerak cepat meredam dan membujuk warga agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa merugikan orang lain dan menimbulkan perpecahan antar sesama warga Lampung Selatan. Akhirnya, sekitar pukul 21.00 WIB, warga Desa Tajimalela bersedia kembali ke desa.

Untuk mencegah aksi susulan, Bupati Lampung Selatan Dr. H. Zainudin Hasan, M.Hum, Kapolres Lamsel AKBP. Dr. Adi Ferdian Saputra, S.Ik, Ketua DPRD Lamsel Hi. Hendri Rosyadi, Camat Kalianda Erdiyansyah, S.E serta tokoh masyarakat menggelar musyawarah.

Bupati Lampung Selatan Dr. Hi. Zainudin Hasan, M.Hum dalam musyawarah itu menyampaikan kepada warga untuk tidak mengedepankan emosi dan mengeluarkan rasa balas dendam. Untuk menangani permasalahan tersebut, Zainudin mengingatkan dan meminta kepada warga untuk menyerahkan dan mempercayakan kasus pembunuhan itu kepada pihak kepolisian.

“Kalau ada permasalahan, laporkan kepada bupati dan kapolres. Percayalah dengan bupati dan kapolres. Jadi, saya minta tolong kepada saudara-saudara semuanya untuk mempercayakan dan menyerahkan kasus ini kepada Polres,” kata Zainudin dihadapan ratusan warga Desa Tajimalela, kemarin malam.

Zainudin melanjutkan, sebagai bupati dirinya akan memonitor dan mengawasi permasalahan itu secara langsung agar pelaksanaan penyelidikan dapat segera dituntaskan. “Saya akan mengawasi jangan sampai ada yang main-main. Kalau ditahan, ya harus ditahan. Saya imbau jangan macam-macam,” tegas Zainudin.

BACA :  78 Orang Coba Vaksin Covid-19

Zainudin juga mengungkapkan, Pemkab Lampung Selatan akan membuat Peraturan Bupati (Perbup) tentang hiburan malam organ tunggal. “Saya akan buat Perbup khusus hiburan organ tunggal. Tidak diperkenankan hiburan organ tunggal sampai malam hari. Walaupun acaranya siang hari, saya harap lagunya yang bernuansa islami, jangan ada lagu-lagu house music,” katanya.

Zainudin juga meminta secara khusus kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Tajimalela untuk memberikan pembinaan terhadap kawula muda. Menurut Zainudin, pembinaan terhadap kawula muda sangat perlu untuk membuat sebuah desa menjadi maju. Untuk itu, dirinya meminta kepada remaja dan kawula muda untuk memanfaatkan kelebihan yang mereka miliki.

“Silahkan beri masukan kepada saya bagaimana cara yang baik untuk memberikan pembinaan kepada adik-adik kita yang masih muda ini. Bila perlu, adik-adik kita yang baru sekolah ini ikut dalam pendaftaran Polisi Pamong Praja. Yang hebat silahkan mendaftar. Ini sebuah kesempatan, kita harus berpikir bagaimana caranya membuat desa dan masyarakat kita semakin maju,” pungkas Zainudin.

Sementara itu, Kapolres Lamsel AKBP. Dr. Adi Ferdian Saputra, S.IK mengatakan, persoalan keributan warga pada acara orgen tunggal di Desa Tamanagung beberapa waktu lalu, pihak Kepolisian sudah menindaklanjuti permasalahan tersebut dan akan mengejar tiga tersangka lainnya.

“Saat ini sudah ada 3 tersangka yang kami amankan. Jika ada informasi, silahkan masyarakat beri tahu kepada kami. Sekali lagi saya minta masyarakat percaya kepada kami dan menyerahkan semuanya kepada kami,” kata Adi.

BACA :  Gerindra Usulkan Untung PAW Mendiang Darol

Berdasarkan keterangan dari ketiga tersangka yang diamankan, masih ada tersangka lainnya. Kepolisian, kata Adi, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan.

“Saya imbau masyarakat jangan sampai terprovokasi dan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan. Harapan saya tolong percayakan penanganan peristiwa ini kepada kepolisian,” katanya.

“Perlu diingat, seseorang tidak berhak mencabut nyawa seseorang. Yang berhak mencabut nyawa seseorang adalah malaikat. Peristiwa tersebut sudah terjadi, kita do’akan demoga nyawa almarhum diterima di sisi Allah SWT,” kata Adi seraya diamini oleh amsyarakat.

Pantauan Radar Lamsel, setelah menggelar musyawarah bersama warga, Bupati Lampung Selatan Dr. Hi. Zainudin Hasan, M.Hum menyempatkan diri mengunjungi kediaman Randi Hayatullah di Dusun III. Pada kunjungannya, Zainudin Hasan berbincang dengan kedua orang tua almarhum Randi, yaitu Harun (50) dan Destriyani (43).

Orang nomor satu di Bumi Khagom Mufakat itu juga memberikan santunan dan menawarkan ayahanda Randi untuk menjadi guru ngaji anak-anak desa setempat. “Saya dengar bapak pintar mengaji, bapak mau saya tawarkan jika menjadi guru ngaji untuk mengajari anak-anak?,” tanya Zainudin.

Lalu Harun membalas ucapan Zainudin Hasan dengan menganggukkan kepala dan mengucap. “Insyaallah pak bupati. Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan bapak bupati kepada kami, semoga kebaikan bapak bupati dibalas oleh Allah SWT,” jawab Harun.

Setelah melakukan perbincangan dengan kedua orang tua almarhum Randi, Zainudin berpamitan dan meminta orang tua Randi untuk menerima peristiwa ini, serta menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. (rnd)