Bursa Inovasi Desa Tuntut Kades Inovatif

200
Kemas Yogi - Rapat persiapan Bursa Inovasi Desa yang akan diikuti seluruh desa di Kecamatan Tanjung Bintang, Tanjung Sari, Merbau Mataram, Jatiagung dan Natar pada 2 Mei 2019 mendatang, Selasa (23/4).

TANJUNG BINTANG – Seluruh kepala desa (kades) dibantu oleh BPD dan tokoh masyarakat dituntut untuk lebih bervariasi dan berinovasi dalam merencanakan pembangunan desa untuk menuju kemandirian desa.

Camat Tanjung Bintang Hendry Hatta mengatakan, perlu adanya bursa inovasi desa karena didalamnya terdapat pertukaran pengetahuan tentang kegiatan yang bersifat inovasi. “Dengan adanya bursa inovasi desa nanti kepala desa dapat melihat keberhasilan pembangunan yang telah dilaksanakan oleh desa lain di luar sana,” ungkapnya disela persiapan Bursa Inovasi Desa yang akan diikuti 86 desa dari lima kecamatan, Selasa (23/4). 

Ia menyarankan agar kades dapat mengadopsi dan mereplikasi kegiatan tersebut untuk dilaksanakan di desa tentu saja disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

BACA :  Tak Pakai Masker Dihukum Push Up

Oleh karena itu, dia meminta agar para kades mempunyai komitmen yang tinggi terhadap program yang akan dilaksanakan di desa dengan memasukkan ke dalam rencana kerja pembangunan desa untuk tahun 2019.

Dia menilai bursa inovasi desa tersebut tidak ada gunanya apabila tidak dimasukkan ke dalam perencanaan kegiatan di desa komitmen yang tinggi dari kepala desa, BPD dan tokoh masyarakat sangat menentukan keberhasilan pembangunan pasca bursa. “Harus ada komitmen tinggi juga untuk merealisasikannya,” kata dia.

Ia juga berharap penggunaan dana desa dapat berdampak kepada pemenuhan kebutuhan infrastruktur yang berkualitas peningkatan sumber daya manusia dan peningkatan ekonomi masyarakat yang pada akhirnya dapat mewujudkan desa yang mandiri secara ekonomi. 
“Untuk itu saya berharap ada kepedulian dari kita semua untuk mewujudkan desa sejahtera,” kata Hendry. 

BACA :  Bumil, Balita dan Lansia Bisa Cek ke Puskesdes

Dia berharap bursa inovasi desa nanti dapat memberikan manfaat bagi pembangunan di desa. Dengan demikian diharapkan kades dan aparat desa dapat menggunakan dana desa untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi pedesaan. “Pembangunan kapasitas desa yang berkelanjutan untuk kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat menuju desa mandiri juga ditekankan,” pungkasnya. (kms)