Bus Harapan Jaya Terjun Bebas, Dua Tewas, Balita Belum Ditemukan

5465
Veridial – Bus Harapan Jaya terjun ke sungai di Jalinsum Km 36 tepatnya di Desa Talang Baru Kecamatan Sidomulyo. Dua penumpang tewas dalam kecelakaan tersebut, Selasa (31/1) kemarin.

SIDOMULYO – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 36 tepatnya di Desa Talang Baru, Kecamatan Sidomulyo, sekitar pukul 12.30 WIB, Selasa (31/1) kemarin.

Kecelakaan tunggal bus Harapan Jaya nomor polisi AG 7159 JJS yang jatuh ke sungai menewaskan dua orang penumpang, empat  penumpang luka berat dan satu lainnya belum ditemukan. Hingga berita ini diturunkan, identitas dua penumpang laki-laki yang tewas dan satu penumpang hilang (balita) belum diketahui.

Sementara empat penumpang luka berat diketahui bernama Sutar (45) asal Bandar Jaya, Dikri Pratama (20) asal Panjang, Surono (31) asal Sragen dan Arina (18) asal Bandarjaya. Penumpang luka-luka menjalani perawatan di PRI Sidomulyo.

Informasinya, Bus lintas antar provinsi yang dikemudikan Sobiran (45) itu mengangkut penumpang sebanyak 10 orang dan dua orang kru melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Bandarlampung menuju Bakauheni.

Bus yang melaju kencang itu hilang kendali usai berusaha menghindari sepeda motor. Supir yang kaget langsung membanting stir kearah kanan jalan, menghantam pembatas jalan dan sebuah gorong-gorong. Alhasil, bus terjun bebas ke sungai dengan kedalaman 15 meter dari permukaan jalan.

“Tidak ada yang tahu persis dengan kecelakaan tersebut. Yang jelas bus berusaha menghindari sepeda motor, entah supir mengantuk atau tidak kami juga tidak tahu mas,” ujar Romli (40) warga Desa Talang Baru kepada Radar Lamsel dilokasi kejadian, Selasa (31/1) kemarin.

BACA :  Petinju Lampung Masuk Final PON

Suasana siang itu lanjut Romli sedang turun hujan deras. Sementara lokasi kejadian jauh dari pemukiman warga. Dengan kondisi itu, proses evakuasi berlangsung lambat. “Warga sekitar juga kaget, kalau ada bus yang terjun kesungai. Kami tahu setelah salah seorang warga melihat kejadian itu,” katanya lagi.

Sementara itu Arina (18), salah seorang penumpang yang selamat dari kecelakaan maut itu mengatakan, sejak keberangkatan dari terminal Rajabasa bus dikemudikan dengan kecepatan tinggi. Dirinya sempat shock melihat gelagat supir yang ugal-ugalan tersebut.

“Sedari berangkat memang sudah ngebut mas, penumpang yang ada didalam bus hanya 10 orang dua meninggal dan empat luka berat. Sementara satu balita berjenis kelamin laki-laki belum ditemukan,” kata Arina.

Arina menjelaskan, satu orang balita itu diketahui merupakan anak dari korban yang tewas tanpa identitas. Sementara ayah Arina bernama Sutar (45) masih mendapat perawatan intens di PRI Sidomulyo.

Proses evakuasi berjalan dramatis karena jurang yang terjal dan aliran sungai cukup deras menyulitkan petugas untuk mengevakuasi korban. Enam orang berhasil dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo. Dari enam orang itu dua diantaranya tewas. Petugas Kepolisian belum mengetahui identitas korban karna tidak ditemukan KTP dari pakaian korban.

BACA :  Lamsel Raih Penghargaan APE Tahun 2020

Kepala Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Syaiful Anwar, M.Kes membenarkan jika dua orang yang tewas dalam kecelakaan itu belum diketahui identitasnya, sementara empat korban luka berat atas nama, Sutar (45) asal Bandar Jaya, Dikri Pratama (20) asal Panjang, Surono (31) asal Sragen dan Arina (18) asal Bandarjaya.

“Untuk saat ini baru nama-nama tersebut yang diketahui identitasnya, sementara korban tewas masih terus diselidiki oleh petugas,” kata Syaiful sore kemarin.

Syaiful menjelaskan korban yang meninggal berusia sekitar 47 tahun dan 50 tahun. Keduanya berjenis kelamin laki-laki, satu korban tewas ditempat, sedangkan satu lagi tewas dalam perjalanan menuju PRI Sidomulyo. “Semua korban sudah kami tangani termasuk dua jenazah sudah mendapat penanganan dari petugas medis,” imbuhnya.

Pantauan Radar Lamsel hingga pukul 18.00 WIB, petugas Kepolisian masih melakukan evakuasi karena ada dugaan satu orang balita masih belum ditemukan. (ver)