Butuh Donor Mata untuk Kesembuhan Rina Maulinda

497

KALIANDA – UPT Puskesmas Kecamatan Kalianda memenuhi janjinya menghantarkan Rina Maulinda (14), pelajar dengan kekurangan penglihatan yang memiliki kelebihan menghafal ayat suci Al-Qur’an untuk menjalani pemeriksaan mata di RSUD dr. Bob Bazar, SKM Kalianda, Jum’at (25/5) pekan lalu.

Rina langsung ditangani oleh dokter spesialis mata yang memang praktek setiap Jum’at di rumah sakit kebanggaan warga Lamsel tersebut. Dari hasil pemeriksaan itu, anak dari Ridwan HS (46) dan Zulina Wati (41) ini dipastikan mengalami kelainan retina sejak dalam kandungan. Sehingga, harapan untuk bisa melihat harus dengan menjalani operasi donor mata.

“Rina mengalami gangguan pada retina sejak dalam kandungan. Sehingga, pertumbuhan bola matanya tidak normal seperti orang-orang kebanyakan. Jalan satu-satunya adalah dengan donor mata agar dia bisa melihat dengan normal,” ungkap Kepala UPT Puskesmas Kalianda Rosmeli kepada Radar Lamsel.

BACA :  Tantangan BPPRD, Genjot PAD

Dia menegaskan, kelainan mata yang dialami Rina akibat kekurangan asupan gizi ibunya saat mengandungnya. Sehingga, menyebabkan indra penglihatannya mengalami kelainan hingga mengakibatkan tidak bisa berfungsi.

“Maka kami minta khususnya para ibu-ibu yang tengah mengandung jangan makan sembarangan. Karena ada nyawa yang harus dia jaga. Yang pasti, konsumsi makanan yang bergizi dan terkandung dalam 4 sehat 5 sempurna. Kalau sudah terjadi pasti akan menyesal,” pesannya.

Namun begitu, pihaknya akan mengupayakan agar pelajar asal Desa Tengkujuh ini bisa menjalani rehabilitasi mental supaya Rina bisa hidup mandiri dan tidak ketergantungan dengan orang lain.

“Yang ada tempat rehabilitasi mental untuk gangguan cacat netra ada di Bandung. Kami akan cari informasi lebih lanjut dulu seperti apa mekanismenya agar bisa menjalani terapi itu. Supaya, Rina bisa melakukan aktifitas apapun tanpa bantuan dari siapapun,” tukasnya.

BACA :  Pemprov Rancang Raperda Bentuk 5 BUMD

Sementara itu, Camat Kalianda Erdiansyah, SH, MM mengatakan, pihaknya masih berupaya untuk memenuhi harapan Rina bisa melanjutkan sekolah di pesantren. Namun, sejauh ini belum ditemukan pesantren yang bersedia memberikan fasilitas beasiswa kepada yang bersangkutan.

“Rina ini bisa menghafal Al-Qur’an karena dibacakan oleh guru ngaji. Jadi, kalau dia di pesantren harus pesantren yang memiliki guru khusus menangani anak-anak yang luar biasa. Kami masih terus mencari dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait mengenai Rina ini,” pungkasnya. (idh)