Camat Jatiagung : ‘Jas Merah’

1307
FOTO DIMAS - Camat Jatiagung Ariswandi, SH. MH yang bertindak sebagai Inspektur Upacara saat menyampaikan amanatnya pada Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2016, di SMPN 3 Jatiagung, kemarin (10/11).

JATIAGUNG – Kecamatan Jatiagung mengadakan Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2016 di halaman SMP Negeri 3 Jatiagung, kemarin (10/11).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Jatiagung Ipda Timur Irawan, para Kepala Instansi terkait, para Kepala Sekolah SD sampai SMA, para Kepala Desa, serta diikuti peserta upacara dari pleton para guru, staf kecamatan dan siswa SD hingga SMP.

Bertindak Sebagai Inspektur Upacara Camat Jatiagung Ariswandi, SH. MH dalam sambutan tertulis Menteri Sosial RI yang dibacakan oleh Inspektur upacara menekankan bahwa masyarakat Indonesia harus tetap menghormati dan meneladani jasa-jasa pahlawan dan didalamnya berisi visi transformatif pada Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla yaitu terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong. “Pada kesempatan yang baik ini kita sebagai masyarakat Indonesia untuk berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini, Selamat Hari Pahlawan Tahun 2016,” katanya.

BACA :  Belum Sehari, Aspirasi Warga Lansung Direspon Bupati

Kemudian, dalam amanatnya Ariswandi mengatakan, berterimakasih kepada para pejuang dan para veteran yang hadir pada kesempatan ini karena perjuangan para pahlawan pada waktu itu mengorbankan jiwa raga bahkan darahnya. “Kemudian saya minta kepada UPT Pendidikan Jatiagung agar momentum hari pahlawan ini bisa betul-betul dirasakan oleh seluruh anak-anak didik yang ada di seluruh Kecamatan Jatiagung. Karena ini adalah hari bersejarah supaya kita selalu mengenang dan jangan sampai kita lupa dengan jasa para pahlawan kita yang telah gugur untuk berjuang mati-matian memerdekakan Negara Indonesia ini. Jadi kalau kata Bung Karno itu ‘Jas Merah’ atau jangan pernah melupakan sejarah,” ujar dia. (dms)

BAGIKAN