Cintai Budaya Daerah

539

GENERASI muda dengan kehidupan dizaman modernisasi dan globalisasi yang sangat kental sudah pasti akan menjadi rentan dengan hadirnya pengaruh budaya asing.

Jika keadaan ini diabaikan, ditakutkan para generasi muda malah akan lebih mengenal dan mencintai seni budaya asing tersebut dari pada budaya daerah sendiri.

Sebelum keadaan ini semakin parah maka perlu dilakukan beberapa langkah dalam proses revitalisasi budaya tersebut, diantaranya melakukan berbagai  kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kebudayaan daerah.

“Misalnya kegiatan seni budaya berupa pagelaran tarian daerah dan lagu-lagu tradisional, serta kesenian daerah lainnya,” ujar Qori Mardhila Manan kepada Radar Lamsel saat berbincang di Dinas Pendidikan Lamsel, Rabu (9/8) kemarin.

Gadis berjilbab ini menilai, pertujukan seni budaya daerah seperti tarian tradisonal Lampung saat ini hanya bisa disaksikan pada saat acara- tertentu saja.

“Semestinya geliat kesenian daerah bisa terus dibangkitkan. Ini tentunya butuh perhatian dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamsel,” ujar muli kelahiran Desa Sukajaya, Kecamatan Penengahan 28 September 1994.

Qori berharap, kegiatan dewan kesenian Lamsel yang sudah vakum bertahun-tahun lamanya itu semestinya dapat digerakkan lagi.

“Keberadaan dewan kesenian ini sangat penting. Karena bisa dijadikan wadah sebagai tempat bernaungnya para pekerja seni atau seniman-seniman Lamsel untuk berekspresi dibidang seni yang bisa membantu pemerintah daerah membangun dunia kesenian daerah,” harapnya.

Diungkapkannya, di Lamsel terdapat sejumlah tempat-tempat objek wisata yang dapat diisi dengan berbagai kegiatan kesenian. Artinya ini dapat menjadi peluang untuk para seniman tampil di sana.

“Salah satu penunjang maju dan berkembangnya suatu daerah adalah tumbuh suburnya seni dan kebudayaan yang dimiliki. Jika tidak ada wadah untuk menaunginya, saya yakin kegiatan kesenian itu akan muncul dengan sendirinya tanpa program yang terarah. Maka dibutuhkan adanya dewan kesenian ini,” ungkapnya.

Iapun berharap, pemerintah daerah bisa membangun satu tempat untuk dijadikan sarana bagi para generasi muda dalam mengembangkan kreatifitas berkeseniannya.

“Bagusnya sih sarana latihan tersebut dibangun di lokasi atau area terbuka. Misalnya seperti taman kota lah. Biar saat para seniman latihan bisa menjadi sarana hiburan bagi pengunjung taman kota tersebut,” harapnya. (iwn)