CJH Tunggu Instruksi Kemenkes

30
Ilustrasi

KALIANDA – Ratusan calon jemaah haji (CJH) di Kabupaten Lampung Selatan masih banyak yang belum menjalani pembinaan. Data yang dihimpun Radar Lamsel, dari total 421 CJH, baru 194 orang yang sudah diberi pembinaan. Artinya, masih ada 227 CJH yang belum menjalani pembekalan awal dari dinas dan instansi terkait tersebut.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan memastikan pembinaan kepada 227 CJH itu akan dilakukan. Kabid Penanggulangan Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinkes Lamsel, Kristy Endarwati, mengatakan Tim TKHI (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia) bakal melakukan pembinaan secara berkala.

Kristy melanjutkan, pembinaan yang dilakukan oleh TKHI sifatnya berkelompok dengan membentuk tim-tim kecil. Atau, lanjut dia, ada juga yang dilakukan dengan melakukan kunjungan ke rumah-rumah CJH. Kristy mengatakan, yang pasti, CJH akan menjalani pemeriksaan rutin sampai Oktober 2020 mendatang.

“Yang pasti untuk CJH harus tetap dilakukan pembinaan, dan rencana vaksinasi meningitis di bulan Oktober,” katanya kepada Radar Lamsel, Minggu (27/9/2020).

Meski telah mempersiapkan jadwal pembinaan dan vaksinasi meningitis, Dinas Kesehatan belum bisa memastikan apakah ratusan CJH tersebut bakal menjalani tes rapid atau tes swab sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Dinkes, kata Kristy, masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan RI.

BACA :  Pasien Covid-19 Bertambah 4

“Kami masih belum tahu. Untuk kebijakan rapid atau swab, kami harus melihat instruksi dari kementerian,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tim promotif preventif mulai memberikan pembinaan kepada puluhan calon jemaah haji yang akan berangkat tahun 2021. Hingga Kamis (24/9/2020), sudah 55 orang calon jemaah asal lima kecamatan yang diberi pembinaan.

Di antaranya kecamatan Sragi, Palas, Ketapang, Bakauheni, dan Penengahan. Pembinaan tersebut meliputi pemeriksaan fisik, penyuluhan kesehatan tentang sehat dalam pandemi Covid-19, selalu memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin, selalu menjaga jarak, serta makan dan minum untuk kesehatan.

Selain beberapa hal penting tersebut, Rosalina mengatakan bahwa TKHI, dan PPIH juga meminta calon jemaah selalu mengelola pemikiran yang sehat. Kemudian melakukan kontrol, dan minum obat secara teratur sesuai instruksi petugas kesehatan. Tak lupa, alat perlindungan diri (APD) dan gambaran kegiatan yang membutuhkan fisik.

BACA :  Apresiasi, Separo Lebih Dewan Menolak

Dari lima kecamatan itu, total keseluruhan calon jemaah haji yang akan berangkat sebanyak 74 orang. Jika 55 orang yang sudah diberi pembinaan, artinya masih ada 19 orang lagi yang belum diberi pembinaan. Rosalina mengatakan sisanya belum bisa diajak bertemu langsung karena terbentur dengan urusan lain.

“Ada yang mencari nafkah di Palembang 4 orang, jadi belum bisa bertemu langsung. Mungkin menunggu mereka pulang dulu,” katanya.

Namun hal itu tidak menjadi masalah. Sebab, pembinaan bisa dilakukan melalui grup WhatsApp dengan memberikan vlog pembinaan ibadah haji yang bersumber dari pusat kesehatan haji Kementerian Kesehatan Indonesia. Dalam pembinaan bekerjasama dan mendapat arahan dari Dinas Kesehatan Lampung Selatan, puskesmas pemeriksa haji Lampung Selatan, Kemenag Lampung Selatan, dan KBIH di wilayah Lampung Selatan. (rnd)