Congkel Jendela, Buka Pakaian, Lari Tanpa Busana

2322
ILUSTRASI

Kasus Percobaan Pemerkosaan di Candipuro

CANDIPURO – Ulah Rodamsyah (25) warga Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro ini terbilang nekad. Pemuda pengangguran ini nekad mencongkel jendela kamar OP (19), remaja yang tinggal satu desa dengannya. Niatnya bukan untuk mencuri. Melainkan ingin mencemari OP.

Itu diketahui lantaran setelah Rodamsyah masuk kamar dia buru-buru melepaskan pakaiannya tanpa benang sehelai pun. OP yang tadinya tertidur pulas pun menjerit tatkala Rodamsyah mencoba untuk mencemarinya.

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, percobaan pemerkosaan itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dini hari pada Jum’at (10/2) lalu.

Keheningan kediaman OP pun pecah oleh jeritannya ditengah malam karena ulah Rodamsyah. Karena jeritan itu keluarga OP semua terbangun. Yang paling utama adalah adik OP yang langsung menuju kamar tersebut. Rodamsyah kebingungan. Dia lantas melarikan diri melalui jendela yang sudah dicongkelnya. Saking bingungnya ia bahkan meninggalkan pakaian yang telah dilepasnya alias tanpa busana sama sekali.

Junaedi (42) salah seorang tetangga korban mengatakan, OP dan Rodamsyah merupakan tetangga rumah. “Untung saja adik korban yang masih kecil yang memergokinya, kalau saja ketahuan warga mungkin pelaku sudah babak belur dihajar massa,” kata dia kepada Radar Lamsel.

Menurut Junaedi, pakaian Rodamsyah kini menjadi barang bukti (BB) yang diamankan pihak keluarga. Baju kemeja dan celana jeans itu, kata dia, bisa menjadi barang bukti yang cukup untuk mengadili pelaku atas tindakan keji tersebut. Sebab, meski gagal dalam percobaan pemerkosaan pihak keluarga sudah mengantongi identitas korban.

“Saat ini masih menunggu keputusan keluarga korban, jika keluarga korban ingin menempuh jalur hukum tentu ini jadi pelajaran bagi setiap pelaku kejahatan seksual,” beber Junaedi.

Dibagian lain, Kepala Desa Titiwangi Sumari membenarkan rencana jahat yang hendak dilakukan warganya itu. Dia menyayangkan percobaan perkosaan itu. Menurut Sumari tindakan macam itu tidak mencerminkan manusia yang berakhlakul karimah.

“Laporan sudah masuk ke aparat desa disertai barang bukti berupa baju kemeja dan celana jeans yang ditinggal pelaku saat kabur lewat jendela kamar korban,” ujar Sumari.

Pihak keluarga lanjut Sumari akan melakukan rembuk pekon atas kejadian memalukan tersebut. Namun hingga kini aparat desa masih menunggu kabar selanjutnya. “Pihak keluarga masih menunggu keputusan korban, rencananya mau rembuk pekon,” tandasnya. (ver)