Dana Ada, kok ATM KPM Belum Dibagikan?

55
ILUSTRASI

NATAR – Sejumlah warga bersama Pemerintah Desa di Kecamatan Natar mempertanyakan transparansi Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bank yang ditunjuk untuk menyalurkan Buku tabungan dan ATM milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pasalnya hingga saat ini banyak ATM yang masih ditangan pihak Bank.

Padahal, dana BPNT tersebut telah dicairkan sejak Juli lalu, artinya hingga September 2020 telah ada dana tiga bulan direkening tersebut.

Menurut Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Natar Syaiful pihaknya telah mempertanyakan kepada pihak BRI terkait penjadualan ulang pengambilan ATM dan buku rekening dimaksud. “Belum ada kepastian sampai sekarang, saya sudah bertanya,” ungkapnya.

BACA :  Peringati HUT, PGRI Natar Gowes Bareng

Ia menjelaskan, untuk di Kecamatan Natar seluruh kartu diturunkan berjumlah 3.387 KPM. “ATM dan buku tabungan yang dikeluarkan jumlahnya 3 ribuan, tetapi setelah dibagi ada warga yang belum sempat hadir dan ada yang sudah meninggal dunia,” tuturnya.

Ditambahkannya, kendati telah meninggal. Rekening yang sudah terlanjur turun tetaplah terisi saldonya. “Paling tidak dua bulan sudah terisi, satu bulannya Rp 200 ribu,” ujar dia.

Ia menjelaskan, menurut keterangan pihak BRI unit Natar bahwa yang mengatur ulang jadual pembagian kartu itu merupakan kewenangan pihak BRI Cabang Tanjung Karang. “Unit Natar hanya ketempatan saja, desa lain juga sudah banyak yang bertanya,” terang dia.

BACA :  Tagihan Membengkak, PLN Dicurigai Asal Tembak

Disisi lain Kadus Tanjungbaru, Desa Negara Ratu Irwan Jauhari menyayangkan sikap pihak BRI yang sangat lambat dalam menyalurkan kartu-kartu tersebut. “Ini banyak warga yang tanya ke saya, kalau memang sudah tercantum namanya warga desa Negara Ratu ya harusnya dikasihkan saja, yang meninggal misalkan kasih saja ke ahli warisnya, itu kan haknya,” pungkasnya. (kms)