Dapat Binaan Life Skill, Warga Rawaselapan Olah Serabut Kelapa jadi Sapu

555
Veri – Warga Desa Rawaselapan Kecamatan Candipuro dapat pelatihan life skill mengubah limbah jadi barang bermanfaat dari UPT Dalduk Candipuro dibalai Desa Rawaselapan, Selasa (9/5) kemarin.

CANDIPURO – Warga Desa Rawaselapan, Kecamatan Candipuro dapat binaan life skill atau kecakapan hidup dari UPT Dinas Pengendalian Penduduk (Dalduk) terkait pengolahan limbah di balai desa Rawaselapan, kemarin.

Pelatihan yang didominasi para ibu-ibu rumah tangga itu bertujuan untuk memberikan keahlian untuk dapat mengolah limbah menjadi barang yang punya manfaat dan bernilai ekonomis.

Kepala UPT Dalduk Kecamatan Candipuro Sumani Serin mengatakan, pembinaan ini dilakukan agar warga memiliki prilaku yang konstruktif (memperbaiki). Sehingga dapat menjauhkan pada perilaku destruktif (merusak).

“Jika setiap warga punya sifat konstruktif, maka ide-ide kreatif akan mengalir dengan sendirinya. Inilah tujuan pembinaan untuk melatih dan menumbuhkan ide kreatif para peserta,” ujar Sumani kepada Radar Lamsel, Selasa (9/5) kemarin.

BACA :  Sementara Kencangkan Ikat Pinggang!

Program tersebut lanjut dia, diyakini bisa menambah penghasilan warga. Untuk saat ini serabut kelapa dijadikan bahan utama pembuatan sapu. “Serabut kelapa banyak dijumpai di desa-desa tapi belum banyak yang tahu cara pemanfaatannya,” beber Sumani.

Oleh sebab itu, pihaknya beserta binaan Keluarga Berencana (KB) diharapkan bisa menyerap ilmu dari pelatihan ini. Pasalnya, ditengah kemajuan zaman setiap individu dituntut mempunyai skill untuk dapat berkembang dan mengimbangi perubahan zaman.

BACA :  PDP Berkurang, ODP Bertambah

“Pelatihan ini digelar ditiap desa, dengan begitu pemberdayaan yang merata bisa tersalur diseluruh pelosok desa. Hasil karya dari pengolahan limbah tersebut nantinya bisa digunakan untuk menambah pendapatan warga,” paparnya.

Saat ditanya soal jadwal pelatihan? Sumani menjelaskan pihaknya menjadwal setiap hari Selasa, Rabu hingga Kamis untuk desa diseluruh Kecamatan Candipuro.

“Sejauh ini antusias dan keingintahuan peserta cukup bagus, yang penting warga mau dan bisa menyerap apa yang dipaparkan oleh pemateri atau pembimbing. Sehingga, kendala-kendala yang ditemui saat pelatihan bisa langsung dipertanyakan dalam pelatihan tersebut,” tandasnya. (ver)