DBD Mengintai di Awal Tahun

24
abid Penanggulangan Penyakit Dinkes Lamsel Kristi Endarwati

KALIANDAWarning terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) diserukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Selatan. Terlebih, pada tahun lalu penyebaran penyakit mematikan ini cukup tinggi pada periode Bulan Desember – Maret.

 Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit Dinkes Lamsel Kristi Endarwati menyebutkan, sejauh ini belum ditemukan kasus penderita penyakit DBD di wilayah Lamsel. Padahal, pada kondisi pancaroba sangat rentan mewabah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk aydes aygepty ini.

 “Mudah-mudahan masih aman untuk saat ini di awal Tahun 2020. Harapan kita seterusnya juga seperti ini. Tetapi, kita pantau terus perkembangannya. Terlebih, pada situasi dan kondisi pada musim perubahan cuaca yang terjadi saat ini,” ungkap Kristi kepada Radar Lamsel dikantornya, Senin (13/1) kemarin.

BACA :  Nanang Paparkan RDTR Perkotaan Natar

 Berdasarkan catatan yang terdapat di Dinkes Lamsel, imbuh Kristi, kasus DBD paling tinggi terjadi pada periode Bulan Desember 2018 – Maret 2019. Namun, pihaknya berharap masyarakat tidak berpatokan dengan fase penularan penyakit tersebut.

 “Dari data 2018 dan 2019 saja sudah berbeda. Di 2018 kasus DBD tertinggi itu terjadi di akhir tahun. Tetapi pada tahun 2019 nya tertinggi di akhir tahun. Makanya kami terus mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan sesuai anjuran yang dicanangkan pemerintah terhadap penyakit ini,” tambahnya.

BACA :  Pelayanan Publik Lamsel Jadi Rujukan Rejang Lebong

 Lebih lanjut dia mengatakan, hampir setiap wilayah kecamatan masuk dalam kategori daerah endemis penyebaran penyakit DBD. Namun, rata-rata tertinggi kasus DBD terjadi di wilayah pemukiman padat penduduk dengan mobilitas tinggi.

“Berkaca dari tahun 2019 lalu, penderita penyakit DBD tertinggi di Kecamatan Natar 137 kasus, Jatiagung 66 kasus, Kalianda 52 kasus, Katibung 43 kasus dan Sidomulyo 40 kasus. Kecamatan lainnya dibawah angka 20 kasus. Maka saya bilang hampir semua daerah dikatakan daerah endemis,” pungkasnya. (idh)

BAGIKAN