Dear PT. PP: Rumah Hamzah Langganan Banjir

50
Ist. Radar Lamsel - Beginilah kondisi rumah Hamzah yang digenangi air lumpur saat hujan turun.

PENENGAHAN – Pembangunan JTTS (jalan tol trans Sumatera) telah rampung. Namun megaproyek nasional itu masih menyisakan penyakit bagi warga di dusun PKS, desa Penengahan, kecamatan Penengahan. Pasalnya, drainase di terowongan box JTTS tak sanggup menampung debit air sehingga menyebabkan banjir.

Akibatnya, rumah milik Hamzah (40) yang berada di dusun itu selalu menjadi langganan banjir setiap hujan turun. Tak perlu menunggu berlama-lama. Dengan kondisi hujan deras selama satu jam saja, lantai rumahnya langsung dipenuhi genangan air. Tentu kondisinya akan lebih parah jika hujannya lebih lama lagi.

“Ada sekitar lima rumah yang rawan terkena banjir, tapi yang paling sering rumah saya. Tiap hujan pasti airnya langsung masuk,” katanya, Selasa (24/11/2020).

Sekretaris Desa Penengahan, Firdaus, mengamini kejadian yang dialami Hamzah. Sebagai aparatur, sekaligus warga asli dusun PKS, Firdaus memahami betul perasaan warga di RT/RW 01/06, dusun PKS yang selalu dihantui rasa takut akan banjir ketika hujan deras. Selain rumah Hamzah, lanjut Firdaus, masih ada empat rumah lain yang sering kebanjiran.

BACA :  Camat dan UPK Serahkan Bantuan Untuk Dafa

“Kalau hujannya lama bisa lima rumah. Bukan masalah kecil jumlahnya, tapi kita berbicara kenyamanan masyarakat,” katanya.

Namun yang paling sering diterpa banjir adalah rumah Hamzah. Firdaus mengatakan posisi rumah yang terletak di bagian bawah JTTS menjadi pemicunya. Rumah Hamzah pas didekat drainase yang sering melupakan air saat hujan deras. Menurut dia, tidak ada cara yang bisa mengatasi banjir tersebut kecuali merelokasi rumah Hamzah.

“Kalau tidak relokasi, rumahnya harus direhab. Segala macam cara sudah kami lakukan, sudah gotong royong, tapi masih,” katanya.

Kepala Desa Penengahan, Shofiuddin, sudah mengadukan persoalan itu kepada UPTD PKB Kecamatan Penengahan. Tujuannya, Shofiuddin ingin meminta solusi agar banjir yang selalu dialami warganya itu bisa diatasi. Jangan sampai hasil pembangunan proyek nasional malah menyiksa masyarakat kecil.

BACA :  Warga Ancam Blokir JTTS KM-10

“Mereka tinggal di rumah sendiri, tapi tidak merasa nyaman cuma karena banjir. Persoalan ini berlarut-larut, bahkan sudah setahun lebih,” katanya.

Kepala UPT PKB Penengahan, Hermawan, mengatakan pihaknya sudah memberi saran kepada Pemerintah Desa Penengahan supaya membuat surat ke PT. PP untuk menangani warga yang terdampak banjir akibat jalan tol. Hal ini juga sesuai dengan arahan Pemerintah Kecamatan Penengahan.

“Itu juga arahan Pak Camat (Erdiyansyah) pada briefing Senin kemarin. Kita juga usulkan di BPBD Provinsi Lampung,” katanya.

Camat Penengahan, Erdiyansyah, S.H.,M.H. mengatakan persoalan banjir yang sering menerjang rumah warga di dusun PKS akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan PT. PP selaku kontraktor. Pria yang akrab disapa Erdi ini juga sedang membahasnya dengan UPT PKB Penengahan.

“Kita mau koordinasi dengan PP. Untuk jadwalnya belum tahu, tapi ya sesegera mungkin. Sekaligus kita kirim surat,” katanya. (rnd)