Debu Jalan Rusak Ganggu Aktivitas

184
Shofyan Apriyansyah – Jalan penghububng antara Desa Trimomukti dan Desa Bumijaya rusak parah, nampak debu betebaran diudar saat kendaraan melintas di jalan tersebut, Senin (24/2).

CANDIPURO – Debu betebaran di jalan penghubung antara Desa Trimomukti menuju Desa Bumijaya, Kecamatan Candipuro yang rusak sangat menggangu aktivitas warga dan pengguna jalan.

Pasalnya, ketika pengendara melintas dijalan tersebut, debu yang berasal dari tanah dibadan jalan, akibat material aspal jalan yang mengelupas  saat tersapu angin, betabaran ke udara dan sangat mengangu keyamanan.

Salah seorang warga Dusun I Desa Bumijaya, Hendra (45) mengatakan, kondis jalan rusak sudah terjadi tiga tahun belakangan. Dimana, setelah diperbaiki pada tahun 2017 lalu oleh pemerintah, kini kondisi jalan mulai rusak dan belum tersentuh perbaikan.

“ Perbaikan pada tahun  2017 lalu oleh pemerintah mas, kini kondisi jalan mulai rusak. Nampak material aspal mengelupas dan badan jaln berlubang sampai hari ini belum ada perbaikan,” kata hendra kepada Radar Lamsel di lokasi, Senin (24/2).

Selain itu sambung dia, ketika kendaraan melintas di jalan tersebut di tambah angin berhembus kencang, debu yang berada di jalan tersebut beteran ke udara.

“ Kondisi itu selain sangat menggangu kenyaman pengguna jalan juga dapat menggangu kesehatan warga sekitar. Sebab, bila cuaca sedang berangin, debu betebaran keudara bila terhirup bisa membahayakan kesehatan kami,” tutur Hendra.

Bila memang ada rencana perbaikan oleh pemerintah dirinya dan warga sekitar berharap segera direalisasikan.

“ Bila ingin diperbaiki, kami sebagai warga sangat bersukur. Terlebih perbaikan direalisasikan secepatnya. Agar, kami dan warga lain juga pengguna jalan dapat beraktivitas dengan normal. Tanpa khawatir debu mengancam kesehatan,” pinta Ruli (35) tetangga Hendra menanggapi.

Pada bagian lain, petani di Dusun Spontan, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo dan pengguna jalan, mengeluhkan kondisi gorong-gorong penghubung antar desa di Dusun tersebut, dalam kondisi berlubang dan nyaris ambrol, sampai hari ini belum tersentuh perbaikan.

Sementara, demi kelancaran aktivitas, warga yang sebagian besar petani diwilyah itu, terpaksa bergotong-royong menimbun gorong-gorong berlubang, menggunakan material batu dan tanah sebagai peganti badan  gorong-gorong penghubung natar desa di dusun tersebut.

Salah seorang warga sekitar Suwarni (47) menuturkan, badan gorong-gorong penghubung antar Desa Sidorejo menuju Desa Campangtiga kondisinya berlubang dan nyaris ambrol, itu sudah sering diperbaiki oleh warga sekitar.

“ Sudah sering diperbaiki oleh petani sekitar menggunakan tanah dan material batu, untuk menutup badan gorong-gorong yang berlubang,” tutur Suwarni kepada Radar Lamsel di lokasi, Senin (24/2).

Namun sambung dia, perbaikan sementara itu tidak bertahan lama, kemudian gorong-goorng kembali berlubang.

Sebab, pengguna jalan bukan hanya warga sekitar, melainkan pengemudi kendaraan fuso dan truck bermuatan berat kerap melintas di jalan tersebut.

“ Yang memanfaatkan keberadaan jalan ini bukan hanya warga sekitar. Lebih dari itu, warga dari luar dan pengemudi fuso serta truck pun setiap hari menggunakan jalan ini. Karena jalan ini akses tercepat sebagai alternatif kendaraan berat menuju Jalinsum di Desa Campangtiga,” ucap dia.

Kini, kondisi kerusakan gorong-gorong semakin parah. Dimana, material timbunan di badan gorong-gorong mulai amblas kembali. Lalu, konstruksi gorong-gorong pun miring akibat tidak kuat menopang beban berat kendaraan.

“ Saya berharap kepada pemerintah agar segera ada perbaikan. Bila dibiarkan, kondisi gorong-gorong akan terputus dan dampaknya petani sekitar dan pengguna jalan akan kesulitan saat ingin beraktivitas,” harapnya. (CW2)