Dekranasda Lamsel Launching Outlet Kolase di Dermaga Eksekutif Bakauheni

111

KALIANDA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lampung Selatan terus mempromosikan produk lokal asli daerah melalui berbagai media.

Salah satunya dengan hadirnya outlet Dekranasda di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni saat ini. Meskipun belum selesai seratus persen, outlet dengan luasan sekitar 88 meter persegi itu telah diisi dengan produk-produk UKM berupa aneka kuliner, kerajinan yang unik dan nyentrik hingga fashion yang sangat modis dengan menonjolkan ciri khas bahan dan motif daerah.

Yang tak kalah menarik adalah hadirnya Kolase (Kopi Lampung Selatan) di outlet Dekrnasda Lampung Selatan. Disini para pecinta kopi atau pengunjung bisa menikmati kopi khas Lampung dengan pemandangan laut yang indah.

BACA :  17.588 Siswa SMA Dapat Bantuan Kartu Merdeka

Rencananya, outlet yang berada di lantai dua Dermaga Eksekutif Bakauheni itu akan diresmikan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto pada tanggal 14 November 2019 bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Lampung Selatan ke-63.

“Iya, Kamis pagi rencananya pak bupati yang meresmikan,”kata Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan Cahyadi ditemui disela-sela mendampingi kunjungan Plt Bupati di Dermaga Eksekutif Bakauheni, Senin (11/11) siang.

Lounching outlet nantinya, kata dia, diharapkan bisa terwujud menjadi sentra oleh-oleh khas Kabupaten Lampung Selatan karena di dalamnya ditawarkan begitu banyak produk-produk unggulan yang berkualitas.

BACA :  Edy Kesal, Puluhan Ribu DP4 Tak Dikenal

Sementara, Plt Bupati Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto dibeberapa kesempatan terus mendorong pihak ASDP dapat memberikan dukungan kepada Dekranasda maupun pelaku ekonomi kreatif yang ada di Lampung Selatan.

Nanang pun meminta agar jajarannya bisa memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk mempromosikan produk daerah baik di tingkat daerah maupun nasional. “Kalau sudah punya (outlet) begini kan kita punya wibawa. Jangan ketempatan wilayah, tetapi kita hanya jadi penonton saja,” kata Nanang. (kmf/red)