Demi Bayar LKS, Siswi Kelas 4 SD Rela Berjualan Keripik

104
FOTO ARUL - Nurul dan Bella saat mengais Rezeki dengan berjualan kripik Dilingkungan Perkantoran Pemda Kabupaten Pesawaran

GEDONGTATAAN – Nurul, siswi kelas 4 SDN 9 Gadingrejo yang masih berusia 9 tahun rela mengais rezeki dengan berjualan keripik dilingkungan perkantoran Pemda kabupaten Pesawaran demi membayar Lembar Kerja Siswa (LKS).

Dalam usia yang seharusnya untuk belajar dan bermain, Nurul ditemani tetangganya Bella rela mengais rezeki demi membayar LKS dan juga mencari uang saku untuk sekolah.

Dua bocah tersebut merupakan warga Dusun Sukamaju, Desa Way Layap, Kecamatan Gedongtataan. Dimana lokasi tempat tinggak kedua bocah tersebut berdekatan dengan kompleks perantoran Pemda Pesawaran.

BACA :  PPI Pesawaran Laksanakan Musda II

Nurul mengaku jika uang hasil penjualan keripik tersebut digunakan untuk membayar LKS di sekolahnya.

“Jualannya ya disekitar pemda aja setiap hari setelah pulang sekolah. Itu kalau nggak capek, dan kalau jualan bisa dapet Rp 3 ribu yang digunakan untuk membayar LKS,” ungkap Nurul, Rabu (12/2).

Nurul mengatakan, uang sebesar Rp 3 ribu tersebut belum tentu ia dapatkan karena dagangannya belum tentu laku setiap harinya. Sedangkan harga LKS yang harus dibayarkan sebesar Rp 12 ribu.

“Setiap hari belum tentu mendapatkan hasil, karen dagangan saya juga belum tentu laku,” tutur Nurul.

BACA :  Dispora dan Kwarcab Pramuka Pesawaran Gelar Pesawaran Rover Champions

Sementara Bella, teman Nurul yang turut berjualan bersama Nurul lantaran mencari uang uang saku sekolah. Siswi SMP ini menambahkan jika hal tersebut dilakukan Karena pekerjaan orang tuanya yang hanya sebagai buruh.

” Hasil dari jualan kripik ini untuk uang saku sekolah, karena orang tua saya juga seorang buruh sehingga saya berjualan kripik ini hanya untuk mencari uang saku sekolah dan mengurangi beban orang tua,” singkatnya. (cw1/esn).

BAGIKAN