Demi Cacing, Rusak Mangrove Sehektar

27
David Zulkarnain – Inilah lahan konservasi mangrove Dusun Bunut Utara, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi yang mengalami kerusakan akibat ulah para pencari cacing, Minggu (20/10).

SRAGI – Sekitar satu hektar lahan konservasi mangrove di Dusun Bunut Utara, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi rusak akibat ulah para pencari cacing.

          Pantauan Radar Lamsel, para pencari cacing tersebut bekerja dengan cara mengeruk lumpur di pangkal pohon mangrove mengakibatkan akar mangrove terputus. Bahkan tak jarang pohon mangrove sengaja dicabut hanya untuk mendapatkan cacing.

          Kepala lingkungan setempat, Rana megatakan maraknya pencari cacing laut ini di lahan konsevasi mangrove ini sudah terjadi sejak tiga bulan terahir. Akibatnya satu hektar lahan mangrove mengalami kerusakan.

          “Sudah tiga bulan ini, Mas pencari cacing laut atau cacing merah mulai marak lagi. Akibatnya lahan mangrove yang kita tanam mengalami kerusakan,” ujar Rana kepada Radar Lamsel saat memantau lahan konservasi mangrove Dusun Bunut Utara, Minggu (20/10).

BACA :  Dinas Perikanan Bungkam Di Jeritan Petambak

          Petugas penjaga hutan mangrove ini menerangkan, para pencari cacing tersebut menggali lumpur di pangkal pohon mangrove yang menyebabkan akar mangrove  terputus dan mati.

          “Akar mangrove ini merukapakan sarang cacing merah, namun akibat digali banyak akar yang putus akibatnya pohon mangrovenya mati. Bahkan tak jarang pohon mangrove sengaja dicabut hanya untuk mendapatkan cacing,” paparnya.

          Rana mengungkapkan, sebagai petugas dirinya tidak bisa berbuat banyak untuk mengahadapi perusak hutan mangrove tersebut. Pihaknya hanya bisa memberikan teguran namun belum berhasil menghentikan aktivitas mencari cacing di kawasan hutan mangrove tersebut.

BACA :  Hujan Perparah Kerusakan Jalan Poros Sragi

          “Kami sudah menegur, tapi masih saja pengrusakan ini terulang lagi. Harapan kami instansi terkait dapat memberikan tindakan tegas. Karena percuma kami menanam tapi dirusak,” harapnya.

          Terpisah Kepala Resort Register Way Pisang, Guntur mengatakan, ulah para pencari cacing tersebut dapat dikenai Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tetang kehutanan. Dimana pelakunya dapat dijerat hukuman pidana 4 tahun penjara.

          “Iya kami juga sudah mendengar dari laporan warga. Kedepannya, di lahan penanaman mangrove tersebut akan dipasang papan imbauan, namun jika belum berhasil akan kita tindak tegas,” pungkasnya. (vid)

BAGIKAN